Hukum Dua Terdakwa Oknum Guru Ngaji Di Sidangkan

Dua Terdakwa Oknum Guru Ngaji Di Sidangkan

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com
Majlis hakim pengadilan negeri Surabaya menggelar persidangan dua terdakwa kasus pencabulan remaja di bawah umur. Kedua terdakwa kasus pencabulan, Achmad Syafi’i dan Muhammad Sunarto berprofesi sebagai guru ngaji tinggal di Medokan Semampir, Surabaya.

 

Kedua terdakwa dengan berkas berbeda dengan agenda masing pembacaan dakwaan dan keterangan saksi. Pada persidangan tertutup ini, beberapa saksi korban pencabulan dimintai kesaksianya dihadapan majlis hakim yang dipimpin hakim ketua, Hariadi.

 

 

Kuasa hukum saksi korban dari Saodenrae Convention Center (SCC), Annis Sadah mengatakan jika kedua terdakwa bisa dikategorikan sebagai predator anak. Pasalnya, dua terdakwa melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur lebih dari satu. Tak hanya itu dalam modusnya terdakwa juga memakai nama institusi pondok pesantren (PonPes) untuk melancarkan aksi bejatnya.

 

“Bisa lebih dari predator anak, ini sudah pelecehan terhadap institusi agama, modus dia berlindung dengan institusi agama, di pondok pesantren manapun kamu akan digituin (dicabuli)” Ujar Annis menirukan keterangan saksi korban saat dikonfirmasi didepan ruang sidang Kartika I PN Surabaya.

 

Annis menambahkan, selain 7 korban pencabulan ada korban lain yang sampai kini tak berani melapor kepihak kepolisian. Belum juga dampak psikis yang di alami korban pencabulan yang sampai saat ini mengalami trauma berat dan cenderung menyendiri.

 

“BAP kepolisian ada tujuh korban pencabulan, masih ada korban lagi akan tetapi tidak berani melapor ke pihak kepolisian” Tambahnya

Dalam dakwaan, terdakwa, Achmad Syaifi guru ngaji yang juga berprofesi sebagai satpol PP di ancam pasal 76D Jo pasal 81 ayat (1) Tentang kekerasan anak dan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun denda 5 miliar.

 

Sedangkan terdakwa, Muhammad Sunarto diancam pasal 76E Jo pasal 81 ayat (1) tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 5 miliar. *rhy/oln

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you