Hukum Dua Pembobol Bank Harda Internasional,Di Sidangkan

Dua Pembobol Bank Harda Internasional,Di Sidangkan

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Direktur PT Solusi Rekayasa Teknologi, Heri Bambang dan bekas Kabag Marketing PT Bank Harda Internasional cabang Rajawali, Dony Sulaksono, dituntut hukuman berbeda dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis  (28/12/2017) sore.

 

Jaksa penuntut H Mohammad Usman dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana pemalsuan secara berkelanjutan sesuai pasal 263 ayat (1) KUHP yang merugikan Bank Harda Internasional Surabaya sebesar Rp 17 miliar.

 

“Menuntut terdakwa Dony Sulaksono dengan hukuman 2 tahun, serta menuntut hukuman penjara selama 2 tahun dan 6 bulan kepada terdakwa Heri Bambang, tuntutan ini diserta dengan perintah agar kedua terdakwa tetap ditahan,” ucap jaksa Usman membacakan tuntutannya.

 

Kata jaksa Mohammad Usman, hal yang memberatkan bahwa perbuatan pemalsuan yang dilakukan terdakwa Dony Sulaksono dan terdakwa Heri Bambang sudah merugikan Bank Harda Internasional, sedangkan hal yang meringankan terdakwa Dony Sulaksono belum sempat menikmati uangnya dan terdakwa Heri Bambang bersedia mengembalikan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dipalsukan

 

“Terdakwa Dony Sulaksono belum menikmati uangnya, sedangkan terdakwa Heri Bambang bersedia mengembalikan BPKByang sudah dipalsukan,” kata Jaksa Penuntut M Usman dalam amar tuntutannya.

 

Terhadap tuntutan tersebut, kedua terdakwa sepakat akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan sepekan mendatang

 

Terdakwa Heri Bambang dan terdakwa Dony Sulaksono pada bulan Mei 2014 sampai dengan bulan Agustus 2014 bertempat di PT Solusi Rekayasa Teknologi Jalan Semampir No 45 Surabaya, bersepakat membuat BPKB palsu atas beberapa unit kendaraan milik perusahaanya.

 

BPKB itu sengaja dipalsulan, setelah terdakwa Heri Bambang selaku direktur PT Solisi Rekaya Teknologi mendapatkan tambahan fasilitas kredit dsri PT  Bank Harda Internasional cabang Surabaya Rajawali, yang totalnya berjumlah Rp. 17 milar.

 

Padahal, untuk fasilitas kredit sebanyak itu Bank Harda yang diwakili pimpinanya Ir Dwiarini Sulistyowati dan terdakwa Heri Bambang serta terdakwa Dony Sulaksono selaku kabag marketing bank Harda sudah menandatangani akte Nomor : 002/OL-Krd/BHI.SBY-RJWL/II/2014 dan jaminan fidusia dihadapan Notaris Kukuh Muljo Rahardjo. *rhy/oln

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you