Umum Diskusi Publik Anti Hoax Dan Radikalisme

Diskusi Publik Anti Hoax Dan Radikalisme

-

- Advertisment -

 

Surabaya,Warnakota.com

Berita Hoax itu dibuat oleh orang pintar tapi disebarkan oleh orang bodoh tapi baik. Apa yang dilakukan anak muda utamanya mahasiswa untuk mengantisipasi masuknya berita Hoax?. Pertanyaan itu dilontarkan salah satu mahasiswa STIE IEU yang bernama Alvin, dalam acara DIskusi Publik dengan tema “ Pers – Kampus Anti Hoax dan Anti Radikalisme” di Kampus STIE IEU Surabaya. Sabtu (25/8/2018).

 

Penyerahan Piagam Penghargaan Pemred Panjinasional Gatot Irawan kepada Rektor STIE IEU Oscarius Wijaya MH. MM.

Diskusi Publik dalam rangka kegiatan HUT Media Panjinasional ke- 8, yang di gagas bekerjasama dengan Kampus STIE IEU Surabaya ini dihadiri oleh Kapendam V Brawijaya Kolonel Singgih Pambudi Arinto, Kasi Komunikasi Dinas Kominfo Jawa Timur Eko Setiawan, Humas Polda Jatim diwakili Kompol Putu..Tokoh Pers Eko Pamuji , Kejaksaan Tinggi Jatim diwakili oleh Muib, SH, MH.Li sebagai Kepala Seksi Ideologi, Politik, dan Hankam Kejati Jatim, Rektor STIE IEU Oscarius Wijaya MH. MM. dan Ketua Dewan Kehormatan Peradin Jatim Frans Lutfi Rachman S.H, M.H.

 

Saat ini banyak kita jumpai berbagai berita yang tidak benar atau berita bohong yang lebih familier saat ini disebut berita Hoax. Berita – berita tersebut banyak ditemukan beredar di Media Sosial (Medsos) diantaranya di Facebook, Instagram, Tweeter dan juga Whatsapp.

 

 

 

Menurut Eko Pamuji, Tokoh Pers yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur, menjelaskan untuk menangkal Hoax terlebih dahulu dicari dulu / searching di media mainstream ada apa tidak berita tersebut. Dan tidak dengan mudah menforward berita tersebut kemana-mana.

 

“Untuk menangkal berita hoax sangat mudah sebenarnya, cukup tidak ikut menyebarkan berita tersebut. Maka berita hoax itu akan terhenti dan tidak akan menyebar kemana – mana” terangnya.

Orang membuat berita hoax tentunya ada tujuan tertentu, ada tujuan politis dan ada juga dengan tujuan bisnis yang mengambil keuntungan dari orang yang mengklik link tersebut. Berita hoax tidak semuanya berita negative ada juga berita positif.

 

Kasi Komuinikasi Dinas Kominfo Jawa Timur Drs. Eko Setiawan memberikan sedikit cara, Kemana kita bisa mengecek berita tersebut hoax atau bukan, bisa dibuka google image.com atau bisa download aplikasinya.

“ Jika kita mendapati berita hoax kemana harus melapor? Cukup buka aduankonten@mail.kominfo.go.id maka akan ditindaklanjuti oleh kominfo” ujarnya.

 

Masih kata Eko Setiawan, Filter pertama terdapat dalam diri kita sendiri, dengan menanyakan pada diri kita sendiri atau teman tentang kebenaran informasi. Kemudian jika informasi itu benar bermanfaat apa tidak buat kita? Karena meskipun informasi itu benar belum tentu informasi tersebut bermafaat buat kita. Dan apakah baik jika informasi tersebut disebarkan.

 

Gatot Irawan, Pimred Panjinasional mengatakan “ Berita hoax umumnya ada pada media online dan bukan media cetak. Karena dalam media cetak terdapat beberapa filter sebelum berita tersebut dimuat. Sementara media online kebanyakan hanya ditangani oleh satu orang tanpa filter yang ketat. “ kata Gatot dalam sambutannya.

 

Rektor STIE IEU Oscarius Wijaya dalam paparannya “Radikalisme secara umum merupakan suatu upaya untuk merubah tatanan social secara instan atau cepat. Menjadikan seseorang yang toleran menjadi radikal, sebelum adanya medsos Minimal 5 – 10 tahun, setelah ada medsos mereka hanya butuh 2 tahun.

 

Hal senada juga disampaikan secara tegas oleh Kapendam V Brawijaya Kolonel Singgih Pambudi Arinto Dalam paparannya di depan peserta Diskusi Publik. Dan berpesan kepada peserta para mahasiswa untuk tidak masuk dalam faham radikal karena salah satu target sasaran meraka adalah Kampus yang bisa menjaring anggota baru dari Mahasiswa

 

Kompol Putu yang hadir mewakili Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengatakan, paham radikal tetap harus di waspadai dan melakukan pendekatan dalam rangka pencegahan terhadap penyebaran paham radikal dengan bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait baik dari Muspik*tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you