Hukum Direktur PT. Soeria Persada Sakti Di Dudukan Sebagai ...

Direktur PT. Soeria Persada Sakti Di Dudukan Sebagai Pesakitan

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Direktur PT. Soeria Persada Sakti yang terletak di Jalan Kapuk Kamal PIK Blok A No. 10 Penjaringan Jakarta Utara, yaitu Law Chandra Gunawan (54), jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri klas 1 Surabaya atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan

 

“Sidang perdana telah digelar dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari kejaksaan negeri Surabaya. Rabu (12/07)

 

Dakwaan pertama, tambah Darwis adalah pasal 378 jo pasal 64 ayat (1) jo pasal 65 KUHP dan kedua pasal 372 jo pasal 64 ayat (1) jo pasal 65 KUHP.

 

“Pasalnya penipuan dan penggelapan” ungkap jaksa Darwis.

 

Terdakwa Law Chandra Gunawan, ditahan sejak 14 Juli 2017 lantaran telah melakukan aksi tipu-tipu yang menyebabkan Idris Chandra (saksi korban) merugi sebesar Rp 8.300.000.000 dan Kasmin (saksi korban) mengalami kerugian sebesar Rp. 190.000.000.

 

Modus penipuan dilakukan terdakwa Law Chandra Gunawan dengan cara menawarkan kerjasama  penjualan biji besi di kawasan Kabupaten Bukit Bumbu Kalimantan Selatan kepada saksi korban dengan janji akan memberikan keuntungan sebesar 20% dari modal yang diinvestasikan dalam tenggat waktu selama 2 (dua) bulan dan terhadap biji besi tersebut sudah ada pembeli dari China.

 

Untuk meyakinkan korban-korbanya agar berinvestasi, terdakwa memperlihatkan Certificate Report of Sampling And Analisys tertanggal 27 Desember 2013 yang dikeluarkan oleh Sucofindo kepada PT. Jaya Abadi Lestari Steel.

 

Namun, setelah terdakwa menerima uang dari saksi-saksi korban, ternyata keuntungan yang dijanjikan oleh terdakwa tidak pernah diberikan. Sedangkan pembeli dari China yang siap membeli biji besi tersebut juga tidak ada dan hal tersebut hanyalah rangkaian kebohongan dari terdakwa saja agar saksi korban mau menyerahkan uangnya kepada terdakwa.

 

Atas bujuk rayu dan rangkaian kebohongan tersebut, Idris Chandra (saksi korban) merugi sebesar Rp. 8.300.000.000, yang disetor secara bertahap melalui internet banking maupun secara setor tunai, pada Tanggal 02 September 2013 sebesar Rp. 50.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 581-028-859-0 atas nama Toni Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 05 September 2013 sebesar Rp. 50.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 568-103-373-399-9 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 07 September 2013 sebesar Rp. 100.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 568-103-373-399-9 atas nama Law Chandra Gunawan. Tanggal 07 September 2013 sebesar Rp. 200.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 04 November 2013 sebesar Rp. 500.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 08 November 2013 sebesar Rp. 2.000.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking.

 

Tanggal 15 November 2013 sebesar Rp. 550.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 05 Desember 2013 sebesar Rp. 500.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 09 Desember 2013 sebesar Rp. 1.500.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking.

 

Tanggal 16 Desember 2013 sebesar Rp. 1.500.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 25 Februari 2014 sebesar Rp. 150.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 581-028-859-0 atas nama Toni Chandra Gunawan melalui internet Banking. Tanggal 04 Maret 2014 sebesar Rp. 200.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 568-103-373-399-9 atas nama Law Chandra Gunawan melalui setor tunai. Tanggal 10 Maret 2014 sebesar Rp. 900.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui setor tunai. Tanggal 10 Maret 2014 sebesar Rp. 100.000.000,- ke Bank BCA dengan nomor rekening 168-000-333-333-1 atas nama Law Chandra Gunawan melalui setor tunai.

 

Sedangkan Kasmin (saksi korban) mengalami kerugian sebesar Rp. 190.000.000 yang disetor secara bertahap Tanggal 22 Juli 2016 sebesar Rp. 30.000.000,- dari rekening Bank BCA milik saksi korban dengan nomor 463-187-797-9 ke Bank BCA dengan nomor rekening 617-011-168-9 atas nama Law Chandra Gunawan. Tanggal 25 Juli 2016 sebesar Rp. 190.000.000,- dari rekening Bank BCA milik saksi korban dengan nomor 463-187-797-9 ke Bank BCA dengan nomor rekening 617-011-168-9 atas nama Law Chandra Gunawan. *TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you