Hukum Diduga Terdakwa Eduard Rudy Korban Rekayasa Hukum

Diduga Terdakwa Eduard Rudy Korban Rekayasa Hukum

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Eduard Rudy kembali menjalani sidang lanjutan diruan sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rudy yang didakwa melakukan penipuan dan penggelapan ini mengajukan keberatan atas dakwaan JPU Nur Rachman.

Tim kuasa hukum terdakwa Edwar Rudy, yakni Tofan dan Abdul Malik menyerahkan nota eksepsi (keberatan atas dakwaan) kepada ketua majelis hakim Maxi Sigarlaki.

Pada pokoknya, dalam eksepsi disebutkan terdakwa Edward Rudy itu memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini, supaya menerima nota keberatan atau eksepsi penasehat hukum terdakwa untuk seluruhnya.

 

Selain itu, pihak terdakwa juga menganggap bahwa surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.

 

“Dugaan penipuan yang dijeratkan jaksa terhadap Eduard Rudy seharusnya merupakan perkara perdata dan bukan masuk ranah pidana. Apalagi antara korban dengan pelapor sudah berdamai,” kata Tofan usai sidang.

Tofan juga menambahkan, kasus yang menyeret Edward Rudy merupakan kasus perdata. Namun, sengaja dipaksakan oleh penyidik untuk bisa menjerat yang bersangkutan. Padahal, pihak pelapor sebagai pihak yang sudah dirugikan sudah dibayar kerugiannya.

 

“Saya yakin kasus itu akan diputus onslah oleh hakim, sebab tidak ada pidananya sama sekali. Ini hanya perbuatan wanprestasi saja,” tambah Tofan.

Sementara itu diluar persidangan, Heri Pariyanto, Novita, dan Endah yang merupakan klien Edwar Rudy dalam kasus dana talangan yang dilakukan Agus Mulyono, mendesak supaya Agus ditangkap karena sudah menipu.*rhy

 

Para korban yang pernah ditipu oleh Agus Mulyono dalam kasus suntikan dana talangan ini memberikan dukungan moral agar Edward Rudy kuat menghadapi dugaan kriminalisasi ini.

Para korban ini menduga ada kedekatan hubungan antara Agus Mulyono dengan Dian Sanjaya pelapor yang berhasil mendudukan Edwar Rudy di kursi pesakitan PN Surabaya.

“Kami minta hak atas rumah kami dikembalikan seutuhnya. Rumah saya sudah dilakukan sita paksa oleh para premannya Agus Mulyono. Karena proses balik nama sertifikat tersebut sarat rekayasa,” kata Heri Pariyanto yang mendapat kucuran dana talangan dari Agus sebesar Rp 250 juta di Pengadilan Negeri Surabaya.*rhy

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you