Hukum Diduga Surat Buatan Harun Ismail Berimplikasi Hukum

Diduga Surat Buatan Harun Ismail Berimplikasi Hukum

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Salah satu Produk surat buatan Harun Ismail, mantan Lurah Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, berimplikasi hukum. Produk surat tersebut berupa riwayat tanah atas nama Hariati.

Harun Ismail saat ini menjabat sebagai Camat di Lakar Santri, dan juga PLT Lurah Lidah Kulon, paska Lurah Budi Santoso terjaring OTT Polisi. Kasus ini terungkap melalui gelar sidang kasus penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan terdakwa Sumari Korban dalam perkara ini ialah Riyono (58), Warga Lidah Kulon, Lakar Santri. Dia mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp. 325 Juta. “Uang yang saya serahkan (ke Sumari) totalnya 325 juta,”kata Riyono, Jumat (30/8).

Pada pemeriksaan sidang sebelumnya, Harun yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan membenarkan telah membuatkan surat keterangan riwayat tanah atas nama Hariati. Dia berdalih, produk surat buatannya itu ia sesuaikan dengan buku kutipan Letter C kelurahan. Di hadapan majelis hakim, Harun terang-terangan mengaku tidak memeriksa obyek lokasi saat membuat surat keterangan itu. “Yang pasti surat itu disesuaikan data yang ada di buku C, saat itu saya tidak mendatangi lokasi.”kata Harun kala itu.

Kasus penipuan jual beli tanah ini bermula sekitar tahun 2013 silam. Korban saat itu ditawari oleh Sumari, sebagai makelar penghubung dua bidang obyek tanah di Jl Bumi Sari Praja, Lontar.

Saat menawarkan, terdakwa didampingi oleh H Mas’ud, yang juga telah bersaksi didalam persidangan. Untuk meyakinkan korban, Sumari menunjukkan sebuah Petok D yang kemudian dipinjam dengan alasan untuk pengurusan balik nama dan juga penerbitan peta bidang.

Produk surat keterangan riwayat tanah yang dibuat oleh Harun juga menjadi faktor pendukung bagi korban untuk menyerahkan uang Rp 325 juta kepada terdakwa Sumari.

Kasus penipuan ini diketahui korban sewaktu ia hendak meningkatkan hak kepemilikan tanah yang ia beli. Ternyata, proses peningkatan hak itu tidak dapat dijalankan. Sebab, Obyek Tanah yang terdapat didalam Petok D tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Sumari didakwa Jaksa menggunakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan Penggelapan, adapun ancaman maksimal hukuamnnya ialah 4 tahun penjara.* tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...
- Advertisement -

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Putusan Pahit Praperadilan Singky Soewadji Terhadap Polrestabes Surabaya.

Surabaya.warnakota.com Sidang babak akhir gugatan Praperadilan nomer  perkara 28 atas nama singky dan polrestabes .berujung...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you