Hukum Diduga Kelalaian Bank Tanpa Ada Pemberitahuan atas Pencairan Deposito

Diduga Kelalaian Bank Tanpa Ada Pemberitahuan atas Pencairan Deposito

-

- Advertisment -

 

 

Surabaya,Warnakota.com

Sidang perkara penipuan dan pengelapan yang mendudukan terdakwa Sylvia Niken Wailandauw dikursi pesakitan.

 

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum Hari dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menghadirkan saksi Didik selaku mantan manajer operasional Maybank kantor cabang pembantu Galaxy Mall.

 

 

Dalam persidangan Didik menyebut bahwa pencairan deposito Irjuniawan P Radjamin didasari adanya surat pernyataan dokumen hilang yang ditandatangani nasabah diatas meterai, juga berdasarkan perintah dari terdakwa Sylvia Niken Wailandauw, yang mengatakan “ini nasabah mencairkan depositonya, ini bilyet aslinya menyusul” kata Didik menirukan ucapan terdakwa Sylvia Niken.

 

 

Dalam keterangannya, Didik juga dimintai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Afrianto untuk menjelaskan tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar dari Maybank

 

“Prosedur yang benar ya harus bawah bilyet, mengisi aplikasi pencairan, dan dilakukan cek and ricek dulu, selanjutnya diproses. Kalau bilyet itu hilang harus menyatakan bahwa dokumen itu hilang bermeterai dan dilampiri surat keterangan hilang dari kepolisian,” ujarnya.

 

Atas jawaban tersebut JPU Hari Basuki lantas menelisik tentang perubahan status bilyet deposito itu ‘menyusul’menjadi ‘hilang’, yang menjadi dasar pencairan simpanan berjangka Irjuniawan P Radjamin tersebut.

 

“Sejak kapan saudara mengetahui bahwa bilyet deposito itu ‘menyusul’ ternyata berubah menjadi ‘hilang’, sebab kalau ‘menyusul’ berarti aslinya ada,?” tanya JPU Hari Basuki.

 

Atas pertanyaan JPU Hari tersebut, Didik pun menjawab keesokan harinya.

 

“Siapa yang bilang besok, nasabah atau terdakwa, yaitu Busines Manager (BM) Saudara,?” tanya Jaksa lagi. Dijawab oleh saksi Didik dari BMnya.

 

Usai sidang, Aries Sebayang suami dari korban Novita Hariyanto menilai kalau saksi fakta pada persidangan hari ini kerap berasumsi dan banyak lupa.

 

“Dia banyak berasumsi bukan mengatakan fakta. Contoh nasabah prima diberikan kebijakan bisa mencairkan deposito meski hanya dilakukan via telepon saja, padahal itu bertentangan dengan SOP. fungsi SOP itu kan untuk menekan adanya pelanggaran di internal bank serta kelemahan pada penerapan manajemen risiko,” ujar Aries.

 

Aries juga mempertanyakan kenapa saksi mencairan bilyet deposito Irjuniawan lebih dulu sebelum dia menerima kelengkapan administrasinya,

 

“Kenapa uang itu dicairkan lebih dulu oleh saksi baru diproses kelengkapannya, ada apa?, deposito cair dulu laporan kehilangan menyusul,” tutup Aries.

 

 

Sàat di konfirmadi Sidabuke SH selaku kuasa hukum terdakwa ,”menjelaskan saksi tadi sebagian meringankan terdakwa,lantaran saksi tidak mengetahui kalau keduanya bercerai , baru  udah di cairkan ,baru ada laporan bercerai,jelas sidabuke kepada wartawan.*tim

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you