Kriminal Diduga Ada Pelanggaran Terkait Pelelangan Lusi

Diduga Ada Pelanggaran Terkait Pelelangan Lusi

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Di duga  adanya  kejanggalan  terkait Eksekusi hasil putusan  kepailitan Debitur Lusi dengan nomer perkara 35/ pailit /2012 /PN .Niaga Sby.

Diman ada Indikasi Kinerja najib sebagai  kurator dalam permohonan lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) di Bima NTB.

Dari informasi  yang diperolehnya  dari pihak pelawan (Ita Yuliana ),selaku  tim kurator  yang ironisnya sudah pernah mengajukan lelang ke KPKNL bima ,  pada balasan surat dari KPKNL permohonan kurator ditolak dengan alasan dokumen tidak lengkap, Namun selain itu tidak sesuai dengan SK pengangkatan kurator saat itu.

Serta belum keluarnya penetapan pengangkatan dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Pasalnya, Sesuai pengakuan pelawan bahwa kurator Najib saat itu yang di tetapkan sebagai kurator yakni pada Tanggal 31Agustus 2017, Berdasarkan penetapan dari nomor perkara : 35/pdt.sus.pailit/pn.sby 2018, Ironisnya, Ketika pada tanggal 12 Januari 2017. Justru tim kurator sudah mengajukan lelang ke kantor KPKNL Bima NTB dengan nomor surat dari pihak kurator no 0116.1/TAK/X/17, Dan sesuai balasan surat KPKNL kepada kurator dengan nomor surat S-38/WKN.14/KNL.04/2018 perihal permintaan kelengkapan dokumen persyaratan lelang, untuk permohonan lelang pada aset debitur Lusi maupun barang barang milik dalam Toko Mitra Teknik yang diakui miliknya Ita Yuliana sebagai pihak pelawan.

“Aneh kok bisanya kurator najib mengajukan permohonan lelang di KPKNL Bima, sementara dia  aja belum diangkat saat itu, jelas ini pelanggaran dan pihak hakim pengawas Sigit harus tegas dalam hal ini”. Jelas Ita.

Selain itu, Pihak pelawan juga mengungkapkan jika kurator sempat mengajukan damai kepada pihak pelawan dengan syarat agar dicabut tuntutannya yang dilakukan Ita dan serta terkait barang yang hilang kurator tidak tanggung jawab.

“Kurator pernah mengajukan damai dan minta agar dicabut tuntutan saya tapi anehnya kok bisanya barang yang hilang dia (Kurator) tidak mau tanggung jawab”. ungkap pelawan.

“Selain itu menurut saya kurator juga tidak menjalankan seperti pada pasal 98 dan 99 ayat 1 dan 2 amanah undang undang nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yakni (Sejak mulai pengangkatannya, kurator harus melaksanakan semua upaya untuk mengamankan harta pailit dan menyimpan semua surat, dokumen, uang,perhiasan, efef dan surat berharga lainnya dengan memberikan tanda terima), tapi kenyataannya hingga kini saya belum menerima berita acara penyitaan barang barang berharga milik saya seperti barang antik dan perhiasan dan sebagainya”. tambah Ita sebagai pelawan mengutip isi undang undang kepailitan terhadap tindakan kurator.

Menurut ,”Konsultan Hukumnya pribadi Ita Yuliana yang juga sebagai pakar hukum Tata Negara yakni Taufik turut angkat bicara dan menyesalkan tindakan kurator atas putusan pailit Pengadilan Niaga surabaya nomor perkara :35/pailit/2012/PN.Niaga Sby, terhadap debitur Lussy, Jelas tertuang didalamnya perintah terhadap kurator yaitu hanya penyegelan bukan penyitaan, sehingga pihak debitur tidak harus keluar dari rumah (Tempat tinggal) maupun tokonya,

“Eksekusi yang di lakukan tanggal 23 nopember 2017 lalu berdasarkan berita acara pn. Bukan sita umum tetapi segel.

Perbedaa Segel dan Sita lain pebgertiannya,Segel debitur tidak harus keluar rumah atau bangunan, ini kenyataannya debitur dan sekeluarga jadi sengsara tidak punya tempat tinggal dan menumpang dirumah saudara”. kata pakar hukum tata negara.

Secara terpisah, Kurator Najib Ali Gysmar ketika dikonfirmasi langsung melalui pesan chating Whats App (WA) Nya di nomor selular 0813-9240-1xxx terkait permohonan lelang yang diajukannya di KPKNL Bima, Najib membantah jika ada kesalahan dan mengatakan kalau sumber informasi awak media ini dianggap tidak valid dan tidak kredibel, Namun Najib mengakui kalau ada kesalahan pengetikan.

“12 JANUARI 2018 PERMOHONAN LELANG SAYA AJUKAN DAN BUKAN 18 JAN 17.Coba belajar UU Pailit yang bener terkait sita umum.Terkait pengetikan salah sudah saya  Semua dokumen lelang sudah saya lengkapi.

Sebagai bahan info yaitu adalah penetapan saya sebagai Kurator 14 Sept 2017. KPKNL kan tidak mungkin mengabulkan permohonan Kurator kalau ternyata belum diangkat tapi sudah kerjain lelang”. kata kurator Najib.

Perlu diketahui, Sebelumnya sidang putusan perkara perlawanan rencananya akan digelar pada tanggal 4/10/2018 minggu lalu, Namun oleh hakim ketua Harijanto saat itu tanpa dihadiri 2 orang hakim anggota lainnya mengumumkan penundaan persidangan hingga selanjutnya 2 Minggu kedepan yaitu tanggal 18/10/2018 dengan menjanjikan pasti kepada pihak berperkara.

“Ya sidang ditunda dulu nanti tanggal 18/10/2018 ya, karena belum musyawarah lagian perkaranya sangat rumit”. kata hakim ketua harijanto saat itu.

Perlu diketahui, perkara perlawanan yang diajukan Ita Yuliana terhadap tim kurator Najib, Digugatnya perlawanan tersebut karena terjadinya dugaan perampasan asset pribadi (Harta milik) Ita, Yang dilakukan oleh kurator yang bukan termasuk dalam budel (Daftar harta) pailt sesuai penetapan ketua Pengadilan Niaga pada PN Surabaya dan diluar jaminan aset debitur pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sumbawa, Sehingga jaminan atas putusan pailitnya Debitur Lusi dengan nomor perkara :35/pailit/2012/PN.Niaga Sby, juga hingga kini pihak kurator belum memberikan daftar item barang barang yang di sita, sehingga terjadi kehilangan barang barang milik pelawan akibat adanya pencurian.

Dimana, Kronologisnya sebelum debitur atas nama lussy dipailitkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku kreditur pemohon, Yakni jaminan asset yang di berikan lussy ke BRI ada 7 surat sertipikat tanah dengan nilai berkisar harga tanah Rp.30 Miliar, Namun utang pinjaman modal kerja sesuai pengakuan debitur hanya berkisar Rp.5.1 miliar dengan cicilan masih berjalan, selain itu, pencocokan utang pun belum dilakukan kendati pihak BRI kanwil Denpasar sempat menginformasikan jika utang debitur sebanyak Rp.7.5 Miliar lebih sehingga lussy selaku debitur maupun mantan nasabah menolak dan keberatan dengan jumlah tagihan yang di sebutkan pihak bank BRI.

Namun ironisnya selain itu juga, pada saat terjadinya eksekusi yang dilakukan Najib Ali Gysmar bersama timnya yang berlokasi di Sumbawa yang ketika itu turut dilakukan penyitaan di Toko Mitra Teknik, Dimana, barang barang didalam toko maupun usaha periijinan tercantum atas nama ita yuliana dan bukan milik debitur lusi selaku terpailit, Dan beredar info di pn seperti pengakuan debitur serta anaknya jika kurator Najib dikatakan sempat sesumbar akan memiskinkan keluarga Lusi (Debitur).

Sehingga, Dalam hal ini tindakan kurator diduga tidak sesuai seperti yang pernah disampaikan Ahli Kepailitan dan Ahli Perikatan yakni Dr.Gamsham Anand dosen dari Universitas Airlangga (Unair) saat dihadirkan pada sidang mengatakan, “Jika barang didalam sebuah bangunan atau pun Toko bukan berarti menjadi milik si pemilik bangunan (Toko)”.terang ahli saat itu.* tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you