Nasional Di kepung Banjir, Ribuan Rumah di Lamongan Terendam

Di kepung Banjir, Ribuan Rumah di Lamongan Terendam

-

- Advertisment -


Lamongan ,warnakota.com
Intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Lamongan, membuat ribuan rumah yang berada di enam kecamatan terendam banjir, karena luapan Sungai bengawan Solo. “Jumlah rumah yang tergenang ada 1.691, yang dinyatakan siaga merah itu ada di Babat, Laren, Karanggeneng dan Turung luar,” tutur M. Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Lamongan, Senin, (26/2).

 

Imbuh Muslimin, luapan Sungai Bengawan Solo ini merendam pemukiman warga di sepanjang aliran sungai terpanjang di Jawa ini dengan ketinggian 25-40 centimeter. “Adapun untuk rumah yang tergenang di Lamongan ada di kecamatan, Babat, Laren, Karangbinangun, Maduran, Karanggeneng dan Glagah,” terang Muslimin. Tak hanya merendam ribuan rumah, air luapan Sungai Bengawan Solo juga merendam sejumlah fasilitas umum. Di Kecamatan Laren ada 2 masjid, 2 mushala dan, 1 sekolah.

 

Karanggeneng ada satu, yakni pasar Desa,” kata Muslimin. Lanjut Muslimin, air luapan Sungai Bengawan Solo ini juga ribuan hektar lahan pertanian dan tambak milik warga. Untuk lahan pertanian, di Laren ada 5,5 hektar, Karangbinangun 15 hektar, Kalitengah 60 hektar, Maduran 52 hektar, Karanggeneng 25,2 hektar, Glagah 481,02 hektar. Menurut Muslimin, BPBD sejauh ini sudah menyalurkan sejumlah bantuan untuk meringankan korban banjir dan menjalankan langkah antisipasi sebagai pencegahan.

 

“Bantuan yang sudah disalurkan oleh BPBD berupa sembako dan bahan material, seperti gedek 35 lembar, bongkotan 60, Sak atau glagsing 1500, terpal 10,”. Untuk sembako, BPBD sudah menyalurkan ke dua kelurahan yang ada di Kecamatan Babat, yakni Kelurahan Banaran dan Kelurahan Babat. “Di Kelurahan Banaran ada 246 paket sembako dan Kelurahan Babat 241 paket. Kemudian untuk beras, kita sudah salurkan di enam kecamatan, sejumlah 16,906 kilogram. Ada juga bantuan selimut dan obat-obatan,”terangnya. Lanjut Dia, BPBD, juga mengantisipasi atau penanganan darurat untuk di dua Desa yang ada di Kecamatan Maduran, yakni di Desa Gedangan dan Desa Blumbang. BPBD mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada, karena potensi hujan masih terus terjadi di wilayah hulu. “Khususnya masyarakat yang ada di bantaran Bengawan Solo saya himbau, agar mewaspadai terkait dengan tren naik turunnya air sungai Bengawan Solo,” pungkas Muslimin. * Dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...
- Advertisement -

Terdakwa David Memohon Untuk Dihadirkan Ke Persidangan

Surabaya ,warnakota.comSidang perkara Penipuan dan atau Penggelapan yang mendudukan terdakwa David Handoko, kembali...

Ahli Waris Kamiso Akhirnya Bernafas Lega Dari Belenggu Mafia Tanah

Surabaya,warnakota.comSelama Puluhan tahun berjuang menjadi korban Mafia tanah Aprilia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you