Hukum Terdakwa Moch Ardiansyah Di Duga Undercover Buy

Terdakwa Moch Ardiansyah Di Duga Undercover Buy

-

- Advertisment -
Surabaya,warnakota.com
Sidang Perkara Narkoba  yang mendudukan terdakwa Moch Ardiansyah (22),Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum 
Oki SH Dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.mendatangkan saksi penangkapan pada sidang perkara narkotika dengan terdakwa Moch Ardiansyah (22) Warga Jl  Ngaglik Kuburan no 6a Surabaya. Kamis (29/3/2018)
 
Pada keterangan saksi Heru Prasetyo anggota Satreskoba Polresta Tanjung Perak menjelaskan jika terdakwa ditangkap atas laporan warga.namun ketika di tanya oleh kuasa hukum terdakwa Efendi SH tim? Masyarakat yang bagaimana ?…. di jawàb oleh saksi masyaràkat dari warga sedangkan kita membrantas narkotika.
 
“Terdakwa kami tangkap di rumahnya saat sedang tidur dalam kamar yang berada di lantai 3 rumah milik terdakwa” ujar,” Heru dihadapan majlis hakim yang dipimpin Ketua Majlis Pujo Saksono SH,Mhum
 
 
Dalam penggrebekan  polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa bong (alat isap), dengan sisa sabu netto 0,008 gram. Akan tetapi menurut saksi barang bukti tersebut bukanlah milik terdakwa melainkan milik Wahyu ( teman terdakwa ) yang sudah ditetapkan oleh kepolisian sebagai DPO.
 
Menanggapai keterangan saksi yang telah diberikan dihadapan majelis hakim, terdakwa Moch Ardiansyah membenarkan jika barang bukti tersebut milik Wahyu. Terdakwa menambahkan jika ia hanya menyediakan tempat ‘nyabu’ kepada Heru.
 
Kuasa hukum terdakwa Efendi Panjaitan dalam persidangan membahas perkara  penerapan pasal dan tata cara penggrebekan dirumah terdakwa yang tidak disertai laporan kepada Rt dan Rw Kelurahan Kapasari Surabaya.
Efendi mengaku jika penerapan pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika kepada terdakwa dinilainya kurang tepat.
 
“Barang bukti tersebut diakui terdakwa bukan miliknya, akan tetapi milik temanya Wahyu yang kini DPO” ujarnya.
 
Menanggapi pernyataan tersebut, saksi Heru Prasetyo menjelaskan jika penerapan pasal yang ada di BAP itu bukan wewenangnya. Akan tetapi kewenangan penyidik.
 
“Untuk penerapan pasal bukan wewenang saya, itu kewenangan penyidik” tanggapnya.
 
Setelah saksi Heru selesai memberikan keterangan giliran terdakwa didudukkan dikursi pesakitan oleh majlis hakim. Ia mengaku jika barang bukti tersebut milik Wahyu. Pada keteranganya ia juga menyebut telah memakai sabu 30 kali dalam sebulan bersama dengan Wahyu.
 
“Selama 4 bulan sekitar 30 kali memakai sabu, setiap makai itu yang mengajak si Wahyu” ujar terdakwa yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual kue.
 
Padàhal ketika hakim Dwi Menanyahkan tentang Identitas Wahyu,sayangnya terdakwa tàk sebegitu faham dengan identitas wahyu, bisa juga wàhyu itu seorang  Informen yang sengaja ada niatan untuk menjebak kamu,jelas hakim Dwi Purwadi.
 
Pada dakwaan terdakwa   di jerat sebagaimana diatur dala pasal 112  ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Menurut Hakim I wayan Sosiawan SH.Mhum dan Hakim Pujo Sasono SH,Mhum  bahwa terdakwa murni andekafer (di jebak )untuk selanjutnya kita lihat saja nanti.jelas Hakim Pujo .

Perlu di ketahui

Tesis ini membahas masalah pembelian terselubung (undercover buy) sebagai strategi pengungkapan kejahatan narkoba ,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan menggunakan pendekatan Normative-Sosiologis. Pembelian Terselubung sebagaimana diatur Undang-Undang No 22 Tahun 1997 yang telah diganti menjadi Undang-Undang No 35 Tahun 2009 merupakan penambahan kewenangan penyidik dalam upaya pemberantasan pengedaran narkotika. Hal ini mengingat tindak pidana narkotika merupakan kejahatan yang terorganisasi, rahasia, serta dalam pelaksanaannya menggunakan modus operandi dan teknologi yang tergolong canggih sehingga sulit dalam mengumpulkan barang buktinya. Berbeda dengan tindak pidana lainnya pelaksanaan pembelian terselubung dalam tindak pidana narkotika tidaklah bertentangan dengan Hak Asasi Manusia bila dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akan tetapi, akan menjadi berbeda bila tidak dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini dikarenakan bahwa dalam pelaksanaan pembelian terselubung tidak terlepas dan peran serta masyarakat, sehingga masyarakat yang ikut serta dilindungi hak-haknya. Untuk mengurangi kesalahan dan pelaksanaan pembelian terselubung tersebut maka perlu diketahui dan dipahami secara jelas oleh penyidik tentang pelaksanaan pembelian terselubung itu sendiri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2009.
Kata Kunci: strategi pengungkapan, kejahatan .

Tetapi penjebakan dilakukan untuk memancing perilaku buruk agar keluar di permukaan. Memang kita jebak, tapi bukan jebak orang baik. Kita menjebak orang jahat supaya muncul actus reus (perbuatan)nya,” .*sbt/rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you