Hukum Di Duga Sidang Dagelan Hakim Putus Terdakwa Korea Satu...

Di Duga Sidang Dagelan Hakim Putus Terdakwa Korea Satu Tahun

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Memang seperti inilah dunia persilatan hukum.banyak para awak media yang berindikasi faktor kecurigaan terhadap perkara narkoba yang di duga bermuatan  Attensi …..? 

 

Seperti halnya yang di lakukan oleh Majelis Hakim yang diketuai Pujo Saksono, SH,Mhum  menjatuhkan vonis hanya 1 tahun  terhadap   terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Kali ini,

 

Istimewanya terdakwa Park Hae Jin, sumringah  merupahkan kewarganegaraan Kores ,mendengar amar putusan majelis hakim.di dalam persidangan mengatakan ,

 

“Hukuman kamu sama ya, dengan teman kamu, 1 tahun,” ujar hakim Pujo Saksono, di persidangan yang digelar Rabu (24//2018) siang.

 

Sontak terdakwa Park Hae Jin melepas nafas lega seiring dengan guratan di wajahnya yang memancarkan keceriaan, setelah mendengar amar putusan yang dibacakan hakim Pujo.

 

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, hanya bersikap pasif.

 

“Kami pikir-pikir yang Mulia,” ujar jaksa Farkhan di persidangan.

Namun, di luar ruang sidang, kepada jurnalis, jaksa Farkhan mengaku akan bersikap mengarah ke sana atau banding.

 

Putusan hakim Pujo terhadap terdakwa Park Hae Jin, setidaknya menyiratkan pembenaran adanya dugaan sidang yang di-setting dalam kasus tersebut. Meski putusan hakim bersifat mutlak. Namun, untuk sidang kasus ini, putusan hakim Pujo perlu mendapat perhatian khusus.

 

Untuk direwiev, pada sidang sebelumnya, dalam kesaksian terdakwa Park Hae Jin, menyatakan, kalau dia sudah delapan tahun menetap di Indonesia. Artinya, secara sadar dan mengetahui bahwa narkoba jenis sabu di Indonesia adalah tergolong barang yang dilarang.

 

“Di negeri (Korea) barang haram juga dilarang,” ujar Park Hae Jin di hadapan Majelis Hakim, waktu itu.

 

Dalam pengakuannya pula, terdakwa Park Hae Jin mengaku membeli sendiri sabu seharga Rp1,8 juta pergram. Dengan harga sabu sebesar itu, terdakwa Park Hae Jin bisa dikategorikan banyak bagi seorang pengguna sabu.

 

Terdakwa Park Hae Jin juga menyebut jika sabu yang dibeli itu akan digunakan bersama rekannya, Park Ing Sun, dan seorang wanita yang tak dikenalnya.

 

Jika mau ditarik benang merah, apa yang akan dilakukan dua warga negara asing (WNA) Korea dan seorang wanita, adalah sebuah kegiatan yang menjurus ke ‘pesta’ sabu. Untung saja aparat kepolisian lebih dulu meringkus mereka.

 

Dua budak narkoba WNA asal Korea ini seolah mendapat perlakuan khusus. Mereka hanya diganjar 1 tahun hukuman badan oleh hakim Pujo. 

 

Sepekan kemarin, Rabu (17/1/2018), terdakwa Park Ing Sun diganjar hukuman badan (hanya) 1 tahun oleh majelis hakim, yang juga diketuai hakim Pujo Saksono. Dalam kasus ini, JPU Agung dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, menuntut terdakwa Park In Sun dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp800 juta.

 

Atas putusan hakim Pujo, JPU Agung tidak bisa berbuat banyak dan lunglai. Kepada  wartawan dia berujar lirih,”Ini sudah menjadi wewenang Majelis Hakim, dan upaya banding akan kami lakukan.”

 

Ironis memang, dengan bukti kepemilikan sabu dan hendak pesta narkoba, dua WNA asal Korea yang juga budak narkoba, oleh hakim di PN Surabaya hanya diganjar 1 tahun hukuman badan. Sebuah potret buram peradilan di kota ini.

 

Dan akankah kedua JPU benar-benar serius untuk melakukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) atas kasus tersebut, sehingga terdakawa Park Hae Jin dan Park Ing Sun mendapat ganjaran hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera bagi WNA yang menetap di negeri ini.

 

Sejak sidang kasus narkoba dengan dua terdakwa WNA asal Korea ini digelar, para jurnalis sudah mencium ‘adanya indikasi penyimpangan dalam persidangannya. Semisal, adanya penundaan jadwal sidang yang tidak diketahui alasannya. Atau tidak koorperatifnya majelis hakim dan penasehat hukum terdakwa saat para jurnalis mengkonfirmasi dan menggali informasi terkait sidang-sidang tersebut. Bahkan, di lingkup PN Surabaya ada yang menyebutnya sidang berbau setting-an.

Menurut Jaksa Farkhan sidang ini bukan setingan saya tetap banding jika saya tidak banding di pikir saya ada main atau ikut setingan karena putusan haknya hakim,to saya nuntut 7 tahun dan sesuai Kuhp,jelas Farkhan.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you