Hukum Di Duga Perkara Bermuatan 40 Juta, Oknum Jaksa Kejati...

Di Duga Perkara Bermuatan 40 Juta, Oknum Jaksa Kejati Skenario Perkara

-

- Advertisment -

 

Warnakota.com (Surabaya)

Sidang yang Di Duga Di Skenario Oknum Jaksa Kejati Yang ber inisial MD ini .Layaknya Di duga sudah Kong Kalikong Dengan Hakim .

Menurut pihak keluarganya saat memberihkan keterangan kepada wartawan bahwa pihaknya telah memberikan uang senilai Rp 40 juta untuk meringankan hukuman terdakwa ,Janji Oknum Jaksa pun terpenuhi Terdakwa Di Tuntut Satu Tahun ,saat sidang  agenda Tuntutan Oknum Jaksa MD memberihkan pelayanan VIP terhadap terdakwa Yazid Rahman di mana pada saat persidangan terdakwa tidak memakai rompi,setelah selesai sidang Jaksa MD di konfirmasi bahwa yang menyuruh melepas Rompi adalah Ketua Majelisnya yaitu Hakim Jihan.Jelas Jaksa MD kepada wartawan,

Tapi sayangnya Pernyataan Jaksa MD di sangkal oleh Hakim Jihad ,Menurutnya ,saya tidak pernah menyuruh terdakwa Yazid Rahman untuk melepas rompi kecuali terdakwa anak anak yang saya suruh lepas Rompinya .Memang jaksanya Plin plan ,jelas hakim jihad kepada wartawan.

Pada tanggal 29 Desember 2016 Sidang yang beragendahkan Putusan terhadap terdakwa Yazid Rahman di gelar kembali di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya,Sidang kali ini Bukan Jaksa MD  tetapi Jaksa Nur Rochman dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,Sayang nya di dalam Persidangan yang di  diduga para hakim yang menangani perkara pidana diruangan ini sering menyidangkan perkara dengan caranya sendiri diantaranya gerak cepat ala komando ,bisa dibilang sidang tikus atau sidang layaknya pekerja borongan jahitan (kompeksi) yang dikejar kejar setoran menjelang tutup tahun 2016

 

berdasarkan ketentuan KUHAP kita ambil contoh sidang terbuka untuk umum hari kamis (29/12) yang diketuai Jihan Arkanudin SH,MH hebatnya tidak sampai lima menit bisa menyidangkan dua perkara sekaligus sudah tuntas tas.

 

Diduga pelanggaran S.O.P. dalam fakta persidangan yang sering terjadi baik yang dilakukan jaksa maupun hakim dan selama ini tidak adanya teguran atau sangsi apapun dari pihak atasannya yang mempunyai kewenangan untuk menindak ,karena selama ini juga tidak adanya pengawasan kusus baik itu dari pengawas kejaksaan atau dari komisi yudisial sehingga jalannya persidangan bisa dibilang seenaknya atau semau gue tanpa memperhatikan rule yang semestinya berdasar pada KUHAP.

 

Berikut sidang terbuka untuk umum diruang candra (29/12) dengan agenda putusan(vonis) dengan terdakwa atas nama Yazid Rahman warga Sapekan Kabupaten Sumenep oleh JPU Mahfud Effendi SH dari Kejati Jatim dengan nomor perkara nomor : 2795/Pid B/2016/PN Sby didakwa melanggar pasal 378 jo 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana penjara selama empat(4) tahun .

 

Dengan korbannya Moh Sahnan menderita kerugian hingga Rp 172 juta rupiah hingga kini belum dikembalikan oleh terdakwa Yazid Rahman ,singkatnya untuk terdakwa istimewa yang satu ini dalam sidang putusan tidak sampai dua menit sidang sudah usai tanpa dibacakan amar putusan dan hak hak terdakwa langsung hakim ketok palu berikan hadiah untuk liburan tahun baru enam (6) bulan yang diberikan kepada terdakwa lebih rendah 50 % dari tuntutan JPU Mahfud Effendi SH yakni cuman 12 bulan,ironisnya atas putusan hakim tersebut JPU Nur Rachman sebagai jaksa peganti waktu itu langsung terima saja dan terdakwa menyatakan pikir pikir selama satu minggu.

 

DUGAAN PELANGGARAN S.O.P

  1. Ketentuan KUHAP pasal 197 ayat (1) huruf a,b,c,d,e,f,h,k dan l tidak terpenuhi mengakibatkan putusan batal demi hukum.(hakim tidak membacakan). 2.Bolehkah dalam sidang agenda putusan yang mengambil kebijakan JPU digantikan oleh jaksa lain yang bisa menentukan sikap menerima dan tidaknya atas petusan hakim tersebut.

 

3.Atas putusan hakim yang separuh dari tuntutan JPU akankah bebas dari sangsi apapun baik dari atasan kejaksaan dan kehakiman.

 

  1. Terdakwa Yazid mendapat perlakuan kusus dari jaksa dan hakim tiga kali bersidang disuruh melepas rompi tahanan.

 

Usai sidang konfirmasi ke jaksa Nur Rachman terkait putusan hakim memutus terdakwa separuh tuntutan JPU,sambil bergegas meninggalkan pengadilan jaksa Nur Rachman menghindar dan menolak untuk dikonfirmasi sambil berucap “nggak tahu saya tanyakan saja ke jaksanya nanti saya salah klo memberikan tanggapan ,pokoknya saya hanya disuruh duduk mendengarkan putusan enam bulan dan menerimanya itu saja,selebihnya besuk tanyakan kejaksanya.

 

Menurut sumber yang dapat dipercaya diduga sebelumnya adanya skenario bahwa terdakwa nantinya dituntut satu tahun oleh jaksa yang menangi perkara ini,karena di duga  Keluarga Terdakwa  memberikan uang sebanyak Rp 40 juta rupiah kepada jaksa Mahfud,

dan sesuai janji janji perkara berhasil di Skenario Tuntutan 1 taun dan Vonis 6 Bulan.*RHY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you