Hukum Di Duga Kurang Tanggung Jawab Penyidik Polrestabes Terhadap Pekara...

Di Duga Kurang Tanggung Jawab Penyidik Polrestabes Terhadap Pekara Mardian Nusatio

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Upaya mencari keadilan yang dilakukan Mulyanto Wijaya, Warga Darmo Permai Selatan (DPS) Surabaya.Sampai sekarang belum terwujud walaupun perkaranya dalam Sidang Pra Peadilan sudah di Putus oleh Hakim Majelis Dwi Purwadi SH,MH.

Dalam Perkara No 04/Pra-Per /2017/PN.Sby  yang sudah di putuskan pada tanggal 6 Febuari 2017 yang Isinya ;Mengabulkan Permohonan Pemohon ,Menyatahkan Penghentian Penyidikan Tindak Pidana atas nama Tersangka Mardian Nusatio di duga melanggar pasal 263 KUHP adalah tidak sah menurut Hukum.

Menyatakan Penyidikan terhadap laporan Pemohon di buka kembali untuk di lanjutkan,Menetapkan Turut termohon Kejaksaan Negeri Surabaya untuk tunduk dan patuh terhadap putusan ini.

Menghukum termohon dan turut termohon membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sebesar nihil.

Namun sampai sekarang pihak Termohon Polrestabes Surabaya,belum ada langka yang indikasinya Pihak Penyidik sangatlah lambat dan kurang tanggung jawab.

Saat di konfirmasi bagian biro hukum Wahyu menjelaskan,bahwa kemaren kita udah tanyahkan penyidiknya sudah ada Sprindik baru ,kalau pihak Pemohon belum di beri SP2HP  jika ada Sprindik baru,nanti kita akan sampaikan,Jelas Wahyu kepada wartawan.

Beda dengan Pemohon Drs .EC.Mulyanto Wijaya ,menjelaskan ,sudah sebulan lebih sejak di putuskan Pra Peradilan hingga sekarang belum di beri Petunjuk oleh Polrestabes,Dimana keadilan hukum bagi pencari Keadilan ,sepertinya ada Indikasi permainan hukum saja ,jelas Mulyanto Kepada Wartawan.

Perlu di ketahui Bahwa Perkara ini berawal dari  kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Hairanda beberapa waktu lalu. Saat itu, Hairanda mendapat kuasa dari Mulyanto untuk menangani kasus penganiayaan yang menjeratnya.

Ditengah proses hukum itu, Hairanda mengaku bisa menghentikan kasus penganiayaan yang menjerat Mulyanto dengan biaya sebesar Rp 165 juta. Namun setelah uang diberikan, Mulyanto justru ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan oleh Polrestabes Surabaya.

Merasa tertipu, akhirnya Mulyanto melaporkan Hairanda ke Polrestabes Surabaya hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan. Bergulir ke pengadilan, Hairanda akhirnya divonis 6 bulan penjara oleh majelis hakim. Kemudian hukuman Harianda berubah menjadi dua tahun penjara setelah kasusnya masuk Pengadilan Tinggi Surabaya. *RHY

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you