Hukum Di Duga Kuat Penyidik Dan JPU Melakukan Permainan /Rekayasa...

Di Duga Kuat Penyidik Dan JPU Melakukan Permainan /Rekayasa Perkara Pidana ITE Penyadapan (GPS )

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Sidang  Gps kembali di gelar di Pengadilan Negeri Surabaya,Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya , Jaksa menghadirkan saksi Ahli  Pidana Prof Dr Didik Endro Purwoleksono SH,MH.

Ketika Sidang akan di mulai JPU  Harwiadi Melaporkan kepada Ketua Majelis Hakim I Wayan Bahwa Saksi ahli sudah diundang  dihubungi tetapi tidak datang dan tidak memberikan alasan atas ketidak hadirannya.

Akhirnya JPU memyampaikan kepada Ketua Majelis Untuk di bacakan ,Ketika akan di bacakan kuasa hukum dari terdakwa menolak untuk di bacakan , dan meminta untuk dihadirkan dipersidangan, sayangnya penolakan Kuasa Hukum terdakwa diabaikan oleh Ketua Majelis , dan tetap memerintahkan JPU membacakan BAP Saksi Ahli. Dikarenakan diabaikannya penolakan Kuasa hukum dari terdakwa tersebut maka kemudian Kuasa Hukum Terdakwa meminta kepada Ketua Majelis Hakim agar keberatan dan penolakan ini dicatat dalam Berita Acara Persidangan oleh Panitera Penganti karena hal ini melanggar KUHAP Pasal 162 ayat 1 karena Saksi Ahli tidak hadir tanpa ada alasan walaupun Saksi Ahli sudah di sumpah saat  di-BAP oleh penyidik Polrestabes Surabaya.

Dalam BAP yang dibacakan oleh JPU Saksi Ahli Pidana dari Universitas Air Langga yaitu Prof Dr Didik Hendro Purwoleksono SH ,MH. Menjelaskan  .’’Pada  penerapan pasal 47 jo pasal 31 ayat (2)UU   no 11 tahun 2000 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Setiap orang yang memenuhi unsur  sebagaimana dalam pasal 31 ayat (1)atau ayat (2)di pidana dengan pidana  penjara paling  lama 10 tahun  dengan denda RP 800.000.000 (Delapan ratus juta rupiah).

Pasal 31 Ayat (2) UU ITE,Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan Intersepsi atau Transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik  yang tidak bersifat Publik di dalam  suatu Komputer  dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik orang lain baik yang tidak menyebabkan perubahan apapun maupun yang menyebabkan adanya perubahan ,penghilangan ,dan/atau dokumen Elektronik yang ditransmisikan.

Berdasarkan Kedua Pasal ,maka seseorang bisa di katakana telah melanggar pasal 47 jo pasal 31 ayat 2 UU ITE  Yaitu .1. Unsur Subyektif ,-Barang Siapa,-Sengaja dan melawan hukum.

2.Unsur Obyektif ,-Melakukan  Intersepsi atas Transmisi Informasi Elektronik,-Melakukan Intersepsi atas . 2 Dokumen Elektronik,- Yang tidak berat di  Publik.-Dari, di dalam suatu Komputer dan atau Sistem Elektronik.- Milik orang lain ,-Baik yang tidak menyebabkan perubahan apa maupun yang menyebabkan adanya perubahan,-Penghilangan,-Penghentian,Informasi Elektronik dan/atau dokumen Elektronik yang sedang di transmisikan.

Menurut BAP Ahli ,apabila seseorang memasang  alat GPS,dan Transmiter kedalam mobil milik orang lain tanpa seijin pemiliknya ,alat GPS dan Transmiter tersebut mengirim koordoinat  kesever  tentang keberadaan (posisi) alat  tersebut setelah itu orang  yang memasang alat  GPS yang di maksud bisa mengakses  melalui server untuk mengetahui keberadaan (posisi) dengan mengunakan /membuka Website yang  sudah ditentukan. Perbuatan tersebut  sudah melanggar pasal 31 ayat (2)UU ITE dan diancam dengan  pidana sebagaimana tersebut dalam pasal 47 UU ITE, Dari Unsur Subyektif  Barang siapa Hal ini adalah pihak terlapor Unsur kesengajaan dapat di lihat dari perbuatan  terlapor ,sengaja dan melawan hukum ,Unsur kesengajaan ini dapat di lihat dari perbuatan yang memasang alat GPS dalam Transmiter ke dalam mobil milik orang lain melawan hukum ,di sini dapat di lihat dari pemasangan GPS oleh terlapor tanpa seijin pemiliknya yaitu pihak Pelapor.

Unsur  Obyektif ,Melakukan Intersepsi  atas Transmisi Informasi  Elektronik  yang  dapat di lihat  dari  pemasangan GPS  oleh terlapor .

Tempat  yang di pasang GPS adalah milik pribadi ,yang tidak bersifat publik.

Dari perbuatan ini terlapor di duga dapat di jerat pasal 47 jo pasal 31 ayat (2) UUITE.Untuk keterangan  yang saya terangkan  di atas benar dan dapat  di pertangung jawabkan  sesuai  dengan pengetahuan dan keahlian yang saya miliki serta bisa di pertangung jawabkan keterangan ini di tulis dalam  Berita acara tanggal 23 maret  2016 oleh Prof Dr Didik Endro Purwoleksono SH,MH. Yang di ketahui oleh Penyidik Hendra Krismawan SH  dan I Gede Kaniaka SH.

Anehnya Ketika Di konfirmasi  oleh wartawan di tempat Kerjanya ,Prof Dr Didik Hendro Purwoleksono SH,MH. awalnya tidak mau komentar karena sibuk tetapi sambil jalan saksi ahli Didik menjelaskan bahwa dirinya pernah  ada yang menelpon agar hadir di persidangan namun tidak tahu siapa yang menelpon tidak jelas atau menyebutkan sehingga tidak saya hiraukan dan terlebih lagi Prof Dr Didik Hendro Purwoleksono SH,MH. sama sekali tidak pernah menerima surat undangan hadir dalam persidangan di PN Surabaya dari JPU terkait perkara pidana ITE tentang penyadapan menggunakan GPS di mobil yang diakui Pelapor IFA FITRIA miliknya  .

Prof Dr Didik Hendro Purwoleksono SH,MH. menegaskan bahwa saya tidak tahu sama sekali dan tidak pernah di-BAP oleh penyidik terkait perkara pidana ITE tentang penyadapan menggunakan GPS di mobil dan juga menegaskan tidak pernah tahu nama Pelapor IFA FITRIA dan nama Terlapor/Terdakwa.  (rekaman wawancara pada Redaksi).

Beda dengan Jaksa Penuntut Umum Harwiadi saat di konfirmasi Lewat No HP 08132665xxxx baik di sms maupun di telfon tidak dibalas hingga berita ini di beritakan.

Padahal di dalam SOP penyidikan Seorang Penyidik harus menulis keterangan dari saksi ahli harus benar benar dan sesuai dengan fakta keterangan saksi ahli yang di ketik dan di catumkan dalam  BAP dan bisa di pertangung jawabkan seteleh Berkas BAP di kirim ke kejaksaan Negeri Surabaya . Jika Dalam Perkara GPS ini Adakah ada Dugaan unsur Rekayasa dalam BAP dimana Saksi ahli di konfirmasi Tidak mengakui adanya Keterangan di dalam BAP perkara GPS.

Perlu di ketahui Berdasarkan Dakwaan Nomor 3461/Pid.Sus/2016/PN.SBY Bahwa terdakwa  inisial R  yang di laporkan oleh  Ifa Fitria yang di duga melanggar pasal 31 ayat 2 Jo Pasal 47 UU Nomer 11 Tahun 2008 Tentang ITE mengenai dugaan memasang  alat  sadap dengan alat GPS yang dipasang di mobil milik Ifa Fitria.

Dalam Persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Surabaya yang di ketuai majelis hakim I Wayan  Sosiawan dan Jaksa Penuntut Umum Harwiadi dari Kejaksaan Negeri Surabaya  pada sidang yang lalu Kuasa Hukum  terdakwa Bowo meminta kepada majelis hakim agar jaksa menghadirkan mobil dan BPKB ASLI sebagai barang bukti.

Tetapi pada kenyataannya jaksa sampai sekarang tidak mampu menghadirkan fisik mobil beserta BPKB ASLI.

Justru dalam persidangan ternyata Kuasa Hukum Terdakwa lah yang menghadirkan secara fisik mobil Nissan Grand Livina NoPol L 1114 BL beserta kuncinya yang diakui oleh Terlapor IFA FITRIA miliknya dan juga Kuasa Hukum Terdakwa menghadirkan pula barang bukti surat BPKB ASLI beserta surat pembelian dari dealer Nissan PT Wahana Wirawan untuk Nissan Grand Livina NoPol L 1114 BL tersebut dimana dalam BPKB dan lampirannya tersebut tertulis pembeli dan pemilik dari mobil tersebut adalah Terdakwa.*RHY.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you