Hukum Di Duga Hilang Satu Pasal Perkara Human Trafficking

Di Duga Hilang Satu Pasal Perkara Human Trafficking

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com

Kejanggalan muncul dalam penanganan perkara tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) dengan terdakwa Ayu Sriwulan (19) di Pengadilan Negeri Surabaya. Pasal 2 Nomor 21 UU tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). yang didakwakan jaksa penuntut kepada Ayu mendadak hilang di website sistem informasi penulusaran perkara (SIPP) PN Surabaya.

Dalam SIPP nomor perkara 3271/Pid.Sus/2017/PN SBY tercantum Ayu Sriwulan yang didakwa pasal berlapis, hanya dijerat Pasal 88 UU Perlindungan Anak. Anehnya, pihak PN dan jaksa penuntut memberikan penjelasan berbeda.

Panitera pengganti (PP), Rudi Kartiko mengatakan jika pasal 88 UU Perlindungan Anak yang tertera di website sudah sesuai dengan data yang diberikan jaksa ke bagian administrasi PN Surabaya pada saat pelimpahan berkas perkara.

“Pada saat jaksa melimpahkan berkas perkara ke bagian administrasi yang ada di ruang kepaniteraan,” ujar Rudy saat di konfirmasi diruang kerjanya, Rabu (27/12).

Diketahui, terdakwa Ayu Sriwulan dijerat dua pasal berlapis yakni Pasal 88 UU Perlindungan Anak dan Pasal 2 Nomor 21 UU tindak pidana perdagangan orang (TPPO). (Baca: Perempuan Ini Jajakan Gadis Belasan Tahun Bertarif Rp 1 Juta).

Rudi berdalih, pihaknya hanya mencantumkan pasal yang didakwakan kepada Ayu Sriwulan sesuai compact disc (CD) berisi isi dakwaan dari jaksa pada saat pelimpahan berkas perkara.

“Isi cd yang diberikan jaksa itu copy dari dakwaan milik jaksa, dan sudah sesuai dengan isi cd yang diberikan jaksa. Dari cd inilah lantas dimasukkan ke system,” kilahnya.

Lebih jauh, Rudi mengaku tidak tahu apapun, soal perkara human trafficking yang menjerat warga Kapas Baru 2/96, Kapasmadya Baru, Tambak Sari, Surabaya itu. Termasuk ihwal penundaan sidang.

Di bagian lain, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Nur Laila, yang menangani kasus ini mengatakan, jika terdakwa, Ayu Sriwulan memang dikenai dua pasal dakwaan, yaitu, pasal 88 dan pasal 2 No. 21.

“Memang di dakwaan ada dua pasal ko,” jelas Nur Laila saat dikonfirmasi di ruang Candra PN Surabaya, tanpa memperlihatkan dakwaanya.

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono juga menanggapi jika dua pasal yang menjerat terdakwa, Ayu Sriwulan dakwaan komulatif, dua pasal harus dibuktikan.

“Dua pasal Itu komulatif, dua – duanya itu harus dibuktikan,” ujar Sigit di ruang kerjanya

Tak hanya itu narasumber yang tak mau namanya dipublikasikan menilai adanya satu pasal itu, yaitu pasal 88, bahwa di pasal tersebut tidak ada batas minimum. Bisa saja terdakwa akan dituntut ringan. Hal ini berbeda dengan pasal 2 No. 21 yang tak dimasukkan dalam system SIPP, dijelaskan batas minimun 3 tahun kurungan.*rhy/oln

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you