Hukum Buletan Benang Merah Teka Teki Perkara Jasmas ,Akhirnya Agus...

Buletan Benang Merah Teka Teki Perkara Jasmas ,Akhirnya Agus Setiawan Tjong Di Tahan

-

- Advertisment -

 

 

Surabaya,Warnakota.com

Memang patut diacungi Jempol atas Kinerja Kejaksaan Negeri Tanjung Perak yang Tak Mudah untuk Menguak Teka Teki bagaikan Buletan Benang Merah Atas kasus Dana Hibah Pemkot Surabaya Tahun 2016.

Dimana awalnya Agus Setiawan Tjong dipanggil sebagai Saksi ,meningkat sebagai tersangka dan terakhir di lakukan Penahanan terhadap tersangka .(Kamis ,1 Nofember ,2018 ).

Menurut Rachmat Supriady,SH.,MH yang di dampingi oleh Kasi Inteljen dan Kasi Pidsus dalam Jumpa Persnya memaparkan ,” Penyidik pada kejaksaan negeri tanjung perak telah meningkatkan status pada seseorang inisial AGS (Agus Setiawan Tjong ) selaku Wirawasta sebagai Direktur PT CSSTS.

Pada Hari ini yang bersangkutan di panggil sebagai saksi karena ada keterangan yang perlu di tambahkan sesuai dengan Pra Ekspos Tim Penyidik.setelah di lakukan pemeriksaan tambahan tim penyidik berkesimpulan dan sudah cukup di lakukan penahanan.
Tim penyidik melakukan penahan sesuai dengan pasal 20,21,22 ,23 selama 20 hari ke depan di rumah tahanan cabang kejaksaan tinggi.
Kerugian negara sesuai dengan penghitungan dari BPK RI Jakarta Rp 4.900.099; atau hampir 5 Milyar.untuk saat ini kita fokus penetapan tersangka ASJ.untuk selanjutnya kita melakukan pendalaman terhadap pihak pihak lain .
Dari tim penyidik udah mempunyai bukti bukti tinggal pendalaman .keterlibatan dari Tersangka ini sebagai pelaksana kegiatanya .yang bersangkutan menghububgi RT RT kurang lebih 230 RT.
Dengan cara Mengkoordinir kegiatan dana hibah kota surabaya tahun 2016 atau Jasmas.yang bersangkutan melaksanakan kegiatannya kemahalan harga sesuai audit BPK kurang lebih 5 milyar.sedangkan Barang bukti kita akan sita atau kita ambil sempelnya serta dokumen dokumen lainnya.tutur Rahmad kepada wartawan .
Perlu diketahui Dari pemeriksaan berbagai langka langka yaitu adanya informasi dari beberapa toko di Surabaya yang di mintai keterangan dengan adanya perbedaan selisih harga yang tidak sesuai dengan laporan pertanggung Jawaban (LPJ ).dari beberapa Barang Diantaranya diantaranya Sound Sytem, kursi, terop,meja  dll.
Tak hanya itu saja para korban yang akibat bujuk rayu dari tangan kanannya Agus setiawan  jong dengan sejumlah 230  RT yang sudah Di BAP oleh Kejaksaan Negeri Surabaya.
Wakil Rakyat (DPRD ) yang terkait dengan perkara ini udah di panggil sebagai saksi ,baik dari BPKP pun sudah di panggil sebagai saksi.
Dari Hasil Penyelidikan  akhirnya membuahkan hasil titik terang ,penyelidikan ini memakan waktu kurang lebih 8 bulan.
Perlu di ketahui muara adanya proyek yang didanai dari jasmas tersebut bermula dari seorang pengusaha berinisial ‘ST’ yang merupakan teman kuliah dari oknum Anggota DPRD Kota Surabaya bernisial ‘D’.

Melalui tangan ‘D’ inilah para oknum legislator lainnya akhirnya mengikuti jejaknya dan pasrah bongkokan kepada ‘D’ mempromosikan program pengadaan terop, kursi, meja dan sound system tersebut ke para  RT dan RW di Surabaya.Untuk menjalankan program itu, para legislator yang berkantor di jalan Yos Sudarso Surabaya tersebut menggunakan tangan konstituennya untuk meloby para RT maupun RW agar mau ikut dalam proyek jasmas tersebut.

Namun untuk menjalankan aksi tersebut pengusaha ‘ST’ tidak berjalan sendirian, ia di bantu tiga rekannya.

Pada akhirnya pengusaha ‘ST’ dan Oknum Legislator ‘D’ telah menyusun rencana untuk bisa mengolah agar proyek yang didanai dari APBD Surabaya itu bisa dimainkan.

Ternyata, sejak pengajuan proposal hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah dikonsepkan oleh ‘ST’ bersama tiga rekannya. Para ketua RT dan RW hanya tahu beres dan menerima fee sebesar 1 hingga 1,6 persen dari ‘ST’.

Sebelum dugaan penyimpangan ini ditangani Kejari Tanjung Perak, ternyata kasus ini juga pernah diperiksa oleh Inspektorat Pemkot Surabaya. Dan hasilnya cukup mengejutkan.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Inspektorat dengan jelas menyebut adanya perbuatan pidana pada pengadaan terop, kursi, meja dan sound system yang dicairkan dari dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya periode tahun 2016.

Penyidikkan penyelewangan dana Jasmas ini mulai dilakukan pada 8 Februari 2018 lalu, berdasarkan surat perintah yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH, MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you