Kriminal Bongkar Pembuatan Ikan Asin Berformalin Di Desa Brondong

Bongkar Pembuatan Ikan Asin Berformalin Di Desa Brondong

-

- Advertisment -

Lamongan warnakota.com

Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Lamongan kembali berhasil membongkar pembuatan makanan menggunakan bahan kimia berbahaya. Kali ini Satreskrim Polres Lamongan berhasil membongkar pembuatan ikan asin dengan menggunakan formalin di Desa Brondong Kecamtan Brondong Kabupaten Lamongan. Menurut Waka Polres Lamongan Kompol Arief Mukti Adhi Sabhara, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi yang diberikan masyarakat mengenai adanya pembuatan ikan asin yang menggunakan formalin di wilayah Kecamatan Brondong.“Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan langka penyelidikan oleh sejumlah petugas Satreskrim dan setelah dianggap akurat, petugas kemudian melakukan penggrebekan di gudang tempat usaha pengolahan ikan basan menjadi ikan kering di Jalan raya Jompong Desa Brondong RT 06 RW 06 Kecamatan Brondong,” terang Kompol Arief Mukti Adhi Sabhara, (21/6)kemarin . Dalam penggerebekan tersebut, tambah Kompol Mukti panggilan akrab Kompol Arief Mukti Adhi Sabhara, petugas berhasil mengamankan tersangka yang berinisial AS (40) warga Desa Brondong RT 06 RW 06 Kecamatan Brondong, Lamongan beserta beberapa barang bukti berupa peralatan dan ikan asin.“Ada 1 ton ikan asin yang berhasil kami sita, bahan kimia berupa 1 kantong sak serbuk formalin ukuran 25 Kg merk “ERCROS”,“ katanya.

Modus pembuatannya, lanjut Kompol Mukti Ikan Layang seberat 1 ton yang dibeli dari TPI Brondong dimasukkan ke dalam kolam perendaman sambil ditaburi garam, kemudian ditambahkan air dan diberi cairan formalin kurang lebih sebanyak 1 liter / 1 gayung .“Ikan kemudian di diamkan selama satu kali 24 jam, setelah itu Ikan dimasukkan ke dalam Drum plastik air, di cuci dan kemudian di jemur selama kurang lebih 2 hari,” ujar Kompol Mukti. Dari pengakuan tersangka, lanjut Kompol Mukti tersangka sudah melakukan praktik tersebut sejak tahun 2013 atau empat tahun yang lalu dengan keuntungan Rp 1000 per kilonya. “80 persen dari hasil produksi tersangka di jual di wilayah Babat, Lamongan dan sisanya di pasarkan di wilayah Mojokerto, Surabaya dan Jombang,”jelasnya. Akibat perbuatannya, kini tersangka harus mendekap di sel tahanan Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum. “Dan atau pasal 136 UU RI Nomer 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara dan denda maksimal 1 miliar,” jelasnya. Sebelumnya Satreskrim Polres Lamongan juga berhasil membongkar pembuatan krecek menggunakan bahan kimia berbahaya di Desa Kebalandono Kecamatan Babat Lamongan. Dalam penggrebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan tersangka seorang wanita berinisial MT (43) warga Desa Kebalandono Kecamatan Babat Lamongan.* Ind

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you