Kesehatan Bahaya Merokok Di Dalam Rumah Pada Kesehatan Balita

Bahaya Merokok Di Dalam Rumah Pada Kesehatan Balita

-

- Advertisment -

Surabaya, warnakota.com

Perilaku merokok di dalam rumah bersama dengan anggota keluarga menyebabkan tingginya prevalensi perokok pasif di dalam rumah. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, tercatat lebih dari 158 juta terpapar oleh asap rokok di dalam rumah dan 13 juta di antaranya adalah anak berusia 0 – 4 tahun. Hal ini menjadi ancaman bagi tumbuh kembang balita sebagaimana dinyatakan bahwa paparan asap rokok, baik selama masa kehamilan maupun selama masa tumbuh kembang anak, memiliki hubungan dengan adanya risiko stunting, khususnya pada negara dengan pendapatan menengah ke bawah.

Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, Dosen FKM Universitas Airlangga ketika dalam pemaparannya di diskusi peringatan Hari Kanker Anak Sedunia 2021 yang di gelar secara virtual lewat zoom meeting, Selasa (23/02/2021), menyatakan bahwa kehadiran paparan asap rokok pada saat janin berada dalam kandungan hingga bayi berusia 6 bulan, ditambah kondisi ibu dengan anemia saat kehamilan dimungkinkan menyebabkan efek kombinasi yang berdampak pada pertumbuhan linier.

“Pada masa pertumbuhan yang cepat, seorang bayi membutuhkan suplai dan metabolisme energi. Metabolisme energi selular tergantung pada oksigen. Pada bayi dengan cadangan zat besi yang rendah saat berada dalam kandungan dan kemungkinan menetap pada tahun pertama kehidupannya, kekurangan zat besi menurunkan metabolisme energi selular yang tergantung pada suplai oksigen, dikarenakan penurunan sintesa heme dan Hb, sintesa sel darah merah dan seterusnya sehingga membawa konsekuensi pada hambatan pertumbuhan linier”, ungkap dr. Siti Rahayu Nadhiroh.

Disisi lain kandungan karbon monoksida (CO) pada asap rokok yang terhisap bayi berhubungan dengan penurunan ketersediaan oksigen sebagai akibat peningkatan konsentrasi COHb dalam darah. Ketika terbentuk COHb, maka akan menggeser kapasitas darah sebagai pembawa oksigen dan menurunkan pelepasan oksigen ke jaringan. Lebih jauh, keberadaan kadmium dalam asap rokok dapat mengganggu keseimbangan kadmium-zinc dan kadmium-kalsium dalam tubuh yang mengakibatkan hambatan pembentukan tulang dan memperlambat pertumbuhan panjang badan.

Sementara itu Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jawa Timur, Arie Soeripan mengatakan jika peran wanita atau seorang Ibu sangatlah penting dalam mencegah bahaya asap rokok di lingkungan keluarga, yaitu salah satunya dengan tidak memberi dukungan kepada perokok dalam bentuk apapun seperti tidak memberi uang untuk membeli rokok, tidak memberi kesempatan kepada siapapun untuk merokok di dalam rumah, tidak menyediakan asbak, dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku tidak merokok kepada anggota keluarga.

“Peran Ibu sangat penting, Ibu harus berdaya untuk bisa menjadi champion di keluarga, tegas terhadap suami dan anak yang mulai merokok, membujuk ayah agar tidak merokok didalam rumah agar anak tidak melihat rokok sebagai sesuatu yang biasa seperti minum air putih, membuat kesepakatan keluarga untuk menciptakan rumah tangga tanpa asap rokok, menegur anggota rumah tangga yang merokok di dalam rumah, juga tidak menyuruh anaknya membelikan rokok. Orangtua bisa menjadi panutan dalam perilaku tidak merokok”, tegas Arie.

Sementara itu salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia – Jatim, Ike yang didiagnosa kanker laring karena terpapar asap rokok orang lain, mengajak masyarakat luas untuk berhenti merokok sekarang juga dan mendorong penegakan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Menurut Ike, karena rokok mengakibatkan tenggorokannya harus dilubangi karena jalan napas sudah tidak berfungsi, sehingga hidupnya hancur baik secara sosial dan ekonomi, tidak bisa bicara, susah berkomunikasi dengan orang lain, harus didampingi keluarga untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain, serta sudah tidak dapat bekerja selayaknya seperti orang pada umumnya.

Sebelum di diagnosa kanker laring, Ike bekerja di restoran selama 10 tahun dan restoran tersebut tidak menerapkan KTR, semua orang boleh merokok didalam ruangan resto. “Saya tidak merokok, suami dan keluarga yang lain yang serumah juga tidak, saya pikir saya aman, tetapi yang terjadi adalah asap rokok orang lain yang telah meracuni selama bertahun-tahun dan terakumulasi menjadi kanker laring,” tuturnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you