Nasional Asrama Mahasiswa Papua Diduga Tak Nyaman Terkait Operasi Yustisi....

Asrama Mahasiswa Papua Diduga Tak Nyaman Terkait Operasi Yustisi. Walikota Surabaya Tindak Tegas Jika Aturan Yustisi Dilanggar

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com

“Kita  bukan maling tahu” teriak salah satu mahasuswa  Papua  di balik terali besi ,Dengan nada geram.
Insiden yang membuat para  mahasiswa di asràma Papua jl Kalasan  no 10 Rt 03 ,Rw 13 Kelurahan Pacarkeling ,Kecamatan Tambàksari Surabaya.
Di datangi para  petugas gabungan Polisi ,TNI,Lurah Camat dàn Satpol PP untuk melakukn Operasi Yustisi.Di saat acara diskusi yng rencananya akan ada Nontong Bareng .
Menurut salah satu Mahasiswa adanya Operasi Yustisi ini tidak di menunjukan surat perintah yang jelas.
” kita bukan Maling “asrama kita di kepung lebih dari 100 petugas gàbungan.jelasnya.
Menurut Ridwan Selaku Camat di Tambaksari Mengatakan ” Rencananya mau yustisi. Tapi mereka menolak. Alasan mereka menolak, pasukan banyak.
Karena operasi yustisi sudah diprogramkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Rapat dengan Walikota Surabaya tadi menyebutkan, bahwa tiga pilar harus meningkatkan operasi yustisi terhadap warga non-permanen,” tegasnya Jumat (6/7/2018).

Sedangkan yang Kedua, kami berpersepsi mereka menyembunyikan sesuatu sehingga menolak kedatangan kami,” kata Camat Tambaksari Ridwan Mubarun pada wartawan dilokasi, Jumat (6/7/2018).

Masih menurut Ridwan ,upaya operasi yustisi yang dilakukan pasukan gabungan karena banyak keluhan warga dan pengurus RT yang resah atas kegiatan para mahasiswa Papua di dalam asrama selama ini.

Apalagi  operasi yustisi sudah diprogramkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.dari hasil ràpat dengan Walikota Surabaya yang menyebutkan, bahwa tiga pilar harus meningkatkan operasi yustisi terhadap warga non-permanen,” tegasnya Jumat (6/7/2018).

“Selain selalu tertutup, laporan dari pengurus RT dan warga, mereka selalu mengadakan diskusi yang di duga berisi tentang upaya memisahkan dari NKRI..

Salah satu contonyà ,diskusi yang dilakukan pada 1 Juli lalu yang mengangkat tema tentang Papua Merdeka. “Malam ini mereka berencana memutar sebuah film dan berdiskusi 20 Tahun Biak Berdarah. Ini kan sudah tidak benar,” Kalau memang tidak ada apa apanya kenapa takut,Berarti ada indikasi apa di dalam ?
Salah satu contoh, diskusi yang dilakukan pada 1 Juli lalu yang mengangkat tema tentang Papua Merdeka. “Malam ini mereka berencana memutar sebuah film dan berdiskusi 20 Tahun Biak Berdarah. Ini kan sudah tidak benar,” jelasnya.
Menurut Kompol Prayitno selaku Kapolsek Tambaksari menjelaskan ,rencananya besok  pendataan tetap akan di lakukan .pihaknya  akan berkoordinasi dengan pemerintahan kota Surabaya, mengenai kejadian ini  agar melakukan Koordinasi dengan Pemerintah Papuan ,terkait Dua Perempuan  yang diduga melakukan tindakan penyemaran nama  baik aparat  kami tidak kenal  siapa mereka karena tidak ada di dalam acara diskusi ,walaupun Dua perempuan tersebut datangnya tetlambat,Intinya kalau memang itu asrama Mahasiswa  takutnya yang bukan Mahasiswa ikut berada di dalam asrama Papua,jelas Kapolsek Prayit.
Beda dengan Fakul Khoiri selaku perwakilan Kontras Surabaya , menjelaskan ,operasi Yustusi ini sebelumnya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu terkait yustisi  makanya para asrama  mahasiswa asrama papua kaget , apalagi dalam keadaan diskusi terkait Biak Berdarah,karena diskusi ini  di hadiri dari mahasiswa kalangan luar jadi besok kita akan melakukan  audensi di Kecamatan dimana berita yang beredar  bahwa kami (asrama Papua ) meresahkan  masyarakat dll,Jelas Fatkul dari Kontras Surabaya.
Sedangkan dari Bambang selaku pejabat RT di wilayah RT3 ,RW 13 Kalasan  mengatakan ” saya menjabat RT sudah Empat Periode bahkan saya tawarkan tapi pihak warga tidak ada yang mau.terkait masalah asrama Papua jika ada kegiatan tidak pernah ada pdmberitahuan  kepada saya tau laporan jika ada tamu .terkait data mahasiswa yang  tinggal di asrama Papua kita juga tidak tahu karena sifatnya seperti hiduo individu ,jelas Bambang.
Dalam permasalahan seperti ini dimanapun kita berada tetap ada etika Sopan Santun di mana setiap ada wilayah ada yang di tuahkan seoerti RT dan RW apalagi Asrama Papua ini milik Dispenda Papua sebaiknya Pihak Risma selaku Walikota Surabaya  harus bertindak secara tegas membuat aturan dan saling Komunikasi  dari pihak Dispenda Papua  mengingat yang tinggal di asrama tersebut bukan asli penduduk Surabaya.
Jangan sampai kita  kebobolan karena sekarang banyak yang menyamar tahu thu yang tidak di inginkan Surabaya terjadi  karena Surabaya sendiri merupahkan ibu kota no Dua dari Jakarta seharusny kita antisipasi dan Waspada .Sampai berita ini naik Pihak Walikota Suràbaya Risma belum bisa di konfirmasi .*har/rhy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you