Kesehatan Anggota DPR RI pantau kondisi bocah SD penderita kelainan...

Anggota DPR RI pantau kondisi bocah SD penderita kelainan usus

-

- Advertisment -

Sidoarjo,warnakota.com

Pasca viralnya Dava (12 tahun), bocah SD di Sidoarjo yang menderita “Omphalocele” (Kelainan usus sejak lahir) di berbagai media sosial, akhirnya menarik rasa simpati dari berbagai kalangan. Bahkan Anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir, terketuk rasa hatinya untuk melihat langsung kondisi kesehatan Dava di rumah kos orang tuanya yang berada di
Jl. KAV Swadaya, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat sore (19/01).

 

“Kebetulan disini juga bagian dari Dapil (Daerah Pemilihan) saya, dan saya sangat terkejut melihat berita ada seorang anak yang mengalami ganguan usus hingga perutnya terbuka, sejak dari kecil,” ujarnya ketika usai melihat langsung Dava di rumah kosnya.

 

Lebih lanjut Adies Kadir menyampaikan rasa herannya kenapa hal ini bisa terjadi hingga sang anak mengalami sakit sampai beranjak dewasa saat ini. “Kenapa ini bisa terjadi? apakah tidak ada perhatian dari pemerintah atau apakah?, selaku Dapil saya, saya ingin mengetahui tersebut namun ternyata orang tuanya mengalami trauma medis hingga akhirnya mereka menggunakan pengobatan alternatif, karena awalnya saat Dava bayi pernah di operasi,” tuturnya.

 

Selain itu Adies Kadir mengaku lega lantaran pada awalnya orang tua Dava tidak memiliki BPJS, namun sekarang Dinsos Sidoarjo maupun BPJS menjanjikan akan memberikan BPJS untuk sarana pengobatan Dava. “Awalnya BPJS gak punya, alhamdulilah akhirnya Dinsos Sidoarjo dan BPJS menjanjikan akan memberikan BPJS,” ungkapnya.

 

Pasca kunjungan langsung dari Anggota DPR RI ini ke rumah kos orang tua Dava, Adies Kadir akan menyampaikan hasil kunjungannya ini kepada para wakil rakyat, Menteri Sosial maupun Menteri Kesehatan. Selain itu Adies Kadis mengaku jika ini semua merupakan bagian dari pembelajaran kita semua, khususnya bagi Pemerintah dari segi medis, supaya jangan sampai ada masyarakat yang mengalami trauma atau rasa ketidak percayaan kepada hal medis hingga mereka beralih memakai cara pengobatan alternatif, khusunya bagi masyarakat golongan ekonomi kebawah.

 

“Ini semua hanya sebagai pembelajaran bagi Pemerintah, baik itu di bidang medis, kalau hal ini terjadi, lalu tanggung jawabnya seperti apa?, jangan sampai masyarakat jadi paranoid ke hal medis hingga akhirnya memakai pengobatan alternatif, apalagi masyarakat ekonomi ke bawah. Ini harus dicari solusi dan tanggung jawab dari Pemerintah. Ini kan hanya satu terjadi di Sidoarjo, belum lagi siapa tahu ada lagi di daerah lain yang masyarakatnya takut berobat ke dokter, takut mahal dan takut hasilnya tidak maksimal,” pungkasnya. *adp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you