Hukum Almaliq Wahyudi alias Mukhlis  dan Yusup Pehulia Ginting .Bebas

Almaliq Wahyudi alias Mukhlis  dan Yusup Pehulia Ginting .Bebas

-

- Advertisment -

Surabaya.warnakota.com

Sidang Pra peradilan  nomer perkara 50/Pid.Pra/2017/PN SBY.

terkait OTT Imigrasi .merupahkan babak akhir di pengadilan negeri surabaya.

Sidang kali ini beragendakan putusan .masing masing  dari  termohon di kuasakan olrh Wahyu SH.tim ,sedangkan dari pemohon di kuasahkan oleh mahmudy SH.tim

Dalam sidang masing masing kuasa hukum termohon dan pemohon mendengarkan putusan  yang di bacakan oleh hakim tunggal yaitu Yulizar SH.Mhum.

Dalam putusan pemohon di terima dengan alasan penangkapan dan penahannya tidak syah.

Apapun bentuknya Satreskim polrestaves  harus melaksanakan putusan pengadilan pada akhirnya.-Almaliq Wahyudi alias Mukhlis  dan yusup pehulia ginting dinyatakan bebas pada Sabtu (16/12). Pasalnya, pengajuan praperadilan tersangka kasus suap di Kantor Imigrasi Tanjung Perak itu dikabulkan pada Jumat (15/12).

Menurut AKBP Leonard Sinambela menerangkan.dengan adanya putusan pra perperadilanlan bukan bearti polisi menyerah “Kami akan melakukan penyelidikan ulang, dan mempelajari hasil putusan pra peradilan.

Bahkan saya akan mengadahkan gelar perkara” Kami akan mempelajari lagi hasil praperadilan berikut bukti-bukti yang telah kami sita,”

Dan mengajak seluruh anggota terlibat. Terutama Tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya.

Pendapat dari seluruh anggota akan didengar. Mereka bakal mendiskusikan semua kemungkinan yang ada.

Termasuk menambah barang bukti untuk kembali meningkatkan status Mukhlis.

“Meningkatkan status itu tidak bisa sembarangan. Harus ada barang bukti yang mendukung,” tegasnya.

Karena itu, penggeledahan ulang sudah pasti dilakukan. Polisi perlu mencari barang bukti yang sekiranya mengarah ke kasus yang ditangani.

Namun, penggeledahan tersebut belum dijadwalkan.

Dia juga mengatakan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, putusan tersebut sudah diketok hakim.jelas kasatreskim polrestabes surabaya.

Menurut sigit selaku humas pengadilan surabaya.Dalam sidang pra  ada 12 petitum yang diajukan. Namun, hakim hanya mengabulkan sebagian. Salah satunya, penangkapan terhadap Mukhlis dinyatakan tidak sah.

Penahanan dan perpanjangan penahanan oleh penyidik terhadap Mukhlis juga tidak sah.

Selain itu, uang Rp 14,8 juta yang disita sebagai barang bukti harus dikembalikan.

“Menghukum kepada termohon untuk mengeluarkan tersangka dari tahanan,” ujar Humas PN Surabaya Sigit Sutriono.

Sigit menjelaskan, hakim menganggap ada yang janggal dalam penangkapan Mukhlis. Menurut dia, staf bagian pendampingan proses dan pengambilan paspor pada PT Hema Duta Jasaindo itu tidaklah tertangkap tangan.

Saat ditangkap, Mukhlis tidak sedang “bertransaksi” dengan salah seorang staf Kanim Tanjung Perak, Jusup Pehulia Ginting.

“Berdasar fakta sidang, mereka ditangkap sendiri-sendiri,” lanjut Sigit.

Menurut Sigit, Mukhlis ditangkap terlebih dahulu di depan Kantor Imigrasi Tanjung Perak.

Saat itu Mukhlis baru saja selesai mengurus paspor untuk beberapa calon tenaga kerja Indonesia (TKI).

Beberapa menit kemudian, polisi dari Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Jusup di tempat parkir.

“Sedangkan uang yang disita berasal dari loker Jusup,” terangnya. Karena itu, hakim menganggap tidaklah tepat jika Mukhlis dinyatakan tertangkap tangan memberikan suap kepada Jusup.

Mukhlis sempat disangka melanggar pasal 5 dan/atau pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Salah satu poin yang tidak dipenuhi adalah penghentian penyidikan oleh polisi. Menurut Sigit,

Menurut Imam Mahmudi selaku kuasa hukum tetsangka menjelaskan “bahwa klayen di tàngkap di karenakan tertangkap tangan  tetapi dalam tertangkap tangan bukan sendirian.

Tertàngkap tàngan lantaràn di duga memberi hadiah kepada petugas imigrasi.padahal klayennya itu hanya mendampingi dalam pengurusan paspor TKI .setelah selesai beliau mengambilnya kemungkinan ada hambatan .jelasnya Imam Mahmudy

Harapan sàya apa pun bentuknya polisi harus menjalankan putusan hakim. Dengan putusan tersebut, Mahmudy menganggap kliennya menjadi korban kesewenang-wenangan polisi.

Karena itu, dia meminta polisi segera melakukan eksekusi dengan membebaskan kliennya.jelas Mabmudy kepada wartawan.*rhy/har

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you