Hukum Agenda Pemeriksaan Terdakwa Dalam Penipuan dan Penggelapan

Agenda Pemeriksaan Terdakwa Dalam Penipuan dan Penggelapan

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com

Sidang penipuan dan penggelapan sidang yang di gelar di R Garuda Pengadilan Negeri Surabaya.

Rupanya sidang ini beragendakan pemeriksaan terdakwa yang sangat menarik perhatian wartawan dan pengunjung sidang yang lain.

Dalam fakta persidangan terdakwa bersikeras dan mempertahankan fakta yang ada kalau memang terdakwa tidak kenal baik dengan Elizabeth. Terdakwa hanya sebatas mengenal bahwa Elizabeth adalah karyawan Leny Anggreini, yg tugasnya seperti asisten pribadi.

 

Dalam Sidang terdakwa menceritakan Kronologi kejadian. Pada akhir bulan Mei 2016, Terdakwa dikenalkan kepada Leny oleh teman kecilnya di Madiun yaitu Jeffri yoda, kebetulan Jeffri ini diminta untuk menjadi Pengacara Lenny.

 

Jeffri menceritakan kalau beliaunya mempunyai teman yang sedang di laporkan oleh Patnernya  di Polda Jatim.

 

Pada saat itu Jeffri diminta menjadi pengacara Leny namun Jeffri tidak sanggup karena beliau tidak berdomisili di Surabaya dan tidak banyak kenal Peta Surabaya. Maka Jeffri minta tolong saya agar dapat membantu Leny, ungkapnya.

 

Selanjutnya saya pun menanyakan kepada Jefri apakah kamu punya kenalan bagian Konsultan Pajak ?

Gayung bersambut akhirnya Jefri menjawab kebetulan temanku ini seorang konsultan Pajak.

Nanti nomermu tak berikan ke dia biar kamu komunikasi sendiri. Beberapa hari kemudian Lenny menghubungi Saya dan berkunjung ke kantor Jln Citandui Surabaya. Pada saat itu Leny datang bersama Elizabeth Kaverya dan Leny memperkenalkan diri sebagai seorang Konsultan Pajak.

 

Setelah itu saya cerita kalau saya butuh konsultan pajak untuk proyek di Nganjuk yaitu Tol Kertosono dan pada saat pertemuan selanjutnya Leny sering curhat terkait perkaranya, baik lewat email, Hp maupun secara langsung.

 

Dari sinilah Saya sering berkunjung ke kantor Leny dan Elizabeth selalu ada di sana, namun saya sama sekali tidak pernah menawarkan kerjasama alat berat kepada Elizabeth. Faktanya Elizabeth Kaverya itu hanya karyawan Leny Anggreini dan lagi secara finansial juga kurang mampu, jadi tidak mungkin saya meminjam uang atau apalagi menawarkan kerjasama kepada Elizabeth Kaverya.

 

Pada awalnya itu saya minta dikenalkan pada orang perbankan yang bisa memberikan Fasilitas Kredit Konstruksi berupa Giro karena Leny menyatakan banyak  kenal orang Perbankan. Selanjutnya saya dikenalkan dengan pihak Bank, diantaranya Bank Jatim, Bank BNI dan Bank Mandiri tetapi akhirnya pada akhir bulan Mei 2016 Bank-Bank tersebut menyampaikan bahwa masih belum ada fasilitas Kredit dimaksud.

 

Dari sinilah kemudian pada awal bulan Juni 2016 Leny menanyakan kepada saya “sebenarnya kamu butuh berapa Lim ?” Aku butuh sekitar Rp 700 jutaan, lalu kata Leny kalau kamu mau, sekitar 2 minggu lagi aku ada uang, tapi cuma sekitar 500 juta.

 

Pada saat itu saya sampaikan ya sudah gak pa pa tapi untuk pengembaliannya saya baru bisa kembalikan di bulan Desember pada saat ada pembayaran termin proyek dan itupun pada saat pembicaraan tersebut ada saksinya Unica, dikarenakan pada saat pertemuan itu ada Saya, Leny dan Pak Unica.

 

Akhirnya pada tanggal 20 Juni 2016 Leny menelpon saya dan mengkonfirmasi bahwa uangnya sudah ditransfer. Setelah saya cek dengan mencetak buku tabungan benar ada uang masuk tetapi pada print out buku tabungan saya tidak muncul keterangan apapun.

 

Setelah itu sekitar akhir bulan Oktober 2016 Leny sempat meminta pengembalian sebagian uang pinjaman tersebut kepada saya dikarenakan katanya pada saat itu Leny sedang ada kebutuhan yang mendesak, akhirnya saya kembalikan sebagian sebesar Rp. 300 jutaan melalui BG Maybank, yang kemudian langsung dicairkan ke rekening Leny Anggreini pada tanggal 7 November 2016.

 

Namun tiba-tiba pada bulan Desember 2016 saya mendapatkan somasi dari Eizabeth Kaverya, SH yang intinya meminta pengembalian uang titipan sebesar Rp. 500 juta, selanjutnya saya coba minta print out rekening koran dari rekening BCA saya dan saya baru tahu kalau uang Rp. 500 juta itu ternyata benar ditransfer dari rekening Bank Mandiri milik Elizabeth Kaverya.

 

Saya sudah membalas Surat Somasi dari Elizabeth Kaverya maupun Surat Somasi Leny sekaligus mengklarifikasikan terkait uang Rp. 500 juta yang dalam Surat Somasinya dinyatakan oleh Elizabeth Kaverya sebagai Uang Titipan tersebut, sekaligus mengajak bertemu Elizabeth Kaverya dan Leny Anggreini untuk mengklarifikasi kebenaran fakta terkait uang Rp. 500 juta tersebut termasuk untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan apabila para pihak ada kekurangan dalam perhitungan keuangan tersebut. Namun sayangnya Surat balasan Somasi dan undangan saya tersebut diabaikan oleh Leny dan Elizabeth bahkan selanjutnya setelah saya mencoba menyelesaikan masalah tersebut melalui Gugatan Perdata terkait Perbuatan Melawan Hukum yang saya ajukan di Pengadilan Negeri Surabaya, Leny dan Elizabeth bahkan melaporkan saya ke Polrestabes Surabaya terkait dugaan Penipuan dan Penggelapan uang tersebut.

 

Untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah, saya telah melaporkan balik Leny Anggreini dan Elizabeth Kaverya ke Polda Jatim terkait dugaan Tindak Pidana Pemalauan Surat Tagihan. Dan pada akhirnya juga melaporkan Leny Anggreini ke Polsek Gubeng terkait dugaan tindak pidana Penipuan dan/atau Penggelapan uang yang pernah saya kirimkan atau saya transfer kepada Leny Anggreini.
Hingga pada saat ini akhirnya Leny telah ditetapkan menjadi Tersangka.

 

Sedangkan terkait foto-foto alat berat yang katanya saya kirimkan kepada Elizabeth Kaverya dalam rangka meyakinkan Elizabeth Kaverya yang menurut dalilnya saya janjikan kerjasama itu adalah tidak benar. Faktanya saya tidak pernah mengirimkan foto-foto alat berat apapun kepada Elizabeth Kaverya ataupun kepada Leny Anggreini. Apalagi katanya saya mengirimkan foto-foto alat berat Excavator, sedangkan foto-foto yang ditunjukkan / digunakan sebagai bukti tersebut adalah foto-foto alat berat Bulldozer.

 

Yang benar adalah pada saat itu memang Pandu pernah saya suruh cari sewa alat berat Bulldozer untuk keperluan Proyek Jalan Tol yang saya kerjakan, dan itupun juga Leny ketahui bahwa saya akan menyewa alat berat dan bukan akan membeli alat berat sesuai kesaksian Elizabeth Kaverya, SH dan kesaksian Leny Anggreini dalam persidangan sebelumnya. Bahkan alat berat Bullodzer tersebut difoto dengan menggunakan HP Kantor Leny, dan faktanya foto-foto alat berat Bulldozer tersebut dikirimkan dari HP Kantor Leny ke HP saya melalui WA oleh staff saya Pandu, pada bulan Oktober 2016 dan Pandu juga tidak pernah saya minta atau pun berinisiatif untuk menunjukkan foto-foto tersebut baik kepada Elizabeth maupun kepada Leny. Bukan seperti kesaksian Elizabeth dan Leny dalam persidangan sebelumnya yang menyatakan bahwa saya yang mengirimkan foto-foto alat berat yang katanya foto Excavator tersebut kepada Elizabeth Kaverya, SH untuk meyakinkan Elizabeth Kaverya dikarenakan saya menawarkan kerjasama alat berat, Jelas Salim pada saat Pemeriksaan Terdakwa dalam persidàngan.

 

Semua bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi yang ada tidak bersesuaian dan berbeda dengan BAP seluruh saksi-saksi yang ada tersebut di Kepolisian sehingga sudah cukup jelas bahwa dalam perkara ini saya telah dikriminalisasi lanjutnya.*rhy/har

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you