Kesehatan Ada 494 Posyandu Lansia di Lamongan

Ada 494 Posyandu Lansia di Lamongan

-

- Advertisment -


Lamongan ,warnakota.com
Kesehatan golongan lanjut usia (lansia) juga mendapat perhatian Pemkab Lamongan dengan mendirikan 494 Posyandu Lansia.

 

 

Posyandu yang tersebar seluruh kecamatan di Lamongan ini menjadi bagian dari sebanyak 1.740 posyandu yang ada. Pembentukan Posyandu Lansia ini seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Taufiq Hidayat melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan untuk memberdayakan lansia agar mandiri dan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.“Lansia memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Karena itu perlu ada upaya melalui Posyandu Lansia ini untuk menjangkau pelayanan kesehatan lansia, “ katanya menjelaskan. Selain itu, dengan memberikan berbagai pengetahuan kesehatan, diharapkan bisa meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH).

 

AHH Lamongan sendiri menunjukkan tren peningkatan. Dari 71,67 tahun pada tahun 2015, naik menjadi 71,77 tahun pada tahun 2016. Selain itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lamongan juga naik dari sebesar 70,03 di tahun 2016, menjadi tahun 70,34 (angka estimasi) di tahun 2017.

 

Selama Posyandu Lansia berlangsung, kegiatan yang dilakukan diantaranya penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan status mental, pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan urine, penyuluhan, dan konseling.

 

Selain itu juga dilaksanakan kegiatan senam lansia dan pengobatan, serta pemberian makanan tambahan. Pada tahun 2017, Dinas Kesehatan menyediakan pengadaan stik untuk tes laboratorium sederhana seperti tensi, asam urat, kolesterol, gula darah dan hemoglobin.

 

Sedangkan pada tahun 2018 menyediakan studi riwayat kesehatan lansia atau kohort lansia, kartu menuju sehat (KMS) dan buku pedoman lansia. “Pengobatan pelayanan kesehatan yang diberikan dari hasil tes laboratorium yang dilakukan diberikan secara gratis, “ katanya menambahkan. Sasaran Posyandu Lansia ini adalah mereka yang pra usia lanjuut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas) dan kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas).*dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peringatan Hari Kartini Tidak Hanya Memakai Kebaya Tetapi Pikiran Kartini Dan Esensi Di Mata Penegak Hukum 

Surabaya,warnakota.com Habis Gelap Terbitlah terang  merupakan buku karangn RA Kartini Yang Lahir Pada Tanggal...

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...
- Advertisement -

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you