Hukum Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2018

Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2018

-

- Advertisment -
Surabaya , warnakota.com
Selama tahun 2018, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur  melakukan penanganan perkara tindak pidana umum sebanyak 16.505 perkara. Dari sekian Perkara yang menonjol selama setahun ini diantaranya perkara narkotika dan Kehutanan ( Ilegal Logging ).Pencurian dalam Pemberatan, Penggelapan ,Perlindungan anak.
Perkara yang banyak menarik Perhatian Perkara Sipoa yang korbanya sangat banyak , Ahmad Dani Prasetyo.
Menurut Kepala Kejati Jawa Timur DR Sinatra,SH,MH, Mengungkapkan selama 2018 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, DR. Sunarta, SH, MH mengatakan, sepanjang tahun 2018, bidang intelijen Kejati Jatim dan jajarannya, sudah berhasil menangkap 11 orang DPO. Sebelas orang itu, ditangkap dari tempat persembunyiannya, baik di wilayah Jawa Timur, maupun di luar wilayah Jawa Timur.

“Jumlah DPO yang sudah berhasil kami tangkap ada 11 orang. Saat ini, kami sedang memburu 54 orang DPO lagi. Dengan kecanggihan alat yang kami miliki, kami optimis 54 DPO ini dalam waktu dekat akan tertangkap,” ungkap Sunarta, saat menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Kinerja Kejati Jatim dan jajarannya bersama wartawan, Jumat (28/12).

 

Selain memaparkan jumlah DPO yang belum tertangkap, dalam Anev Kinerja Kejati Jatim dan jajarannya sepanjang 2018 ini, Sunarta mengapresiasi kinerja bidang intelijen delapan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ada di Jawa Timur. Delapan kejari ini berhasil menagkap DPO yang perkaranya ada diwilayah hukum mereka masing-masing dan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

 

Dalam hal memburu keberadaan DPO, Sunarta mengatakan, bidang intelijen Kejari Situbondo dan Kejari Surabaya harus bersaing ketat. Berdasarkan data bidang intelijen Kejati Jatim, sepanjang tahun 2018, bidang intelijen Kejari Situbondo sudah menangkap 3 orang DPO. Untuk bidang intelijen Kejari Surabaya sendiri berhasil menangkap 2 orang DPO.

 

“Selanjutnya, Kejari Sidoarjo, Kejari Jember, Kejari Sampang, Kejari Sumenep, Kejari Kota Madiun dan Kejari Kota Malang. Enam kejari ini, sepanjang tahun 2018, sudah menangkap masing-masing 1 DPO,” papar Sunarta.

Masih berdasarkan data yang dimiliki bidang intelijen Kejati Jatim, 3 DPO yang sudah ditangkap Kejari Situbondo bernama Hj. Atika, terpidana kasus tindak pidana Pemilu. Atika ditangkap 15 Januari 2018. Selanjutnya, ada Mawardi, terpidana kasus penyerobotan tanah tertangkap 15 Januari 2018. DPO ketiga yang ditangkap Kejari Situbondo adalah Sri Handayani. Terpidana kasus tindak pidana pemilu ini ditangkap juga tanggal 15 Januari 2018.

Bidang intelijen Kejari Surabaya, sudah menangkap 2 DPO yang bernama Kasmu dan Sumargo. Kasmu ditangkap 22 Januari 2018. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan ini harus dijebloskan ke penjara karena terbukti melakukan tindak pencabulan. DPO selanjutnya yang sudah ditangkap bidang intelijen Kejari Surabaya bernama Sumargo, terpidana kasus tindak pidana korupsi pembebasan lahan MERR. Sumargo tertangkap 22 Agustus 2018.

Untuk Kejari Kota Malang, sudah menangkap dan menjebloskan ke penjara DPO atas nama Sutoyo SH Mhum. Terpidana kasus korupsi berkaitan dengan pengadaan peralatan pengembangan laboratorium FMIP Universitas Negeri Malang (UNM) tahun anggaran 2009 tersebut ditangkap 26 Desember 2018.

Bidang intelijen Kejari Jember, sudah menangkap Yusuf. Terpidana kasus korupsi dana kopi olahan ini ditangkap 24 Mei 2018. Kejari Kota Madiun, menangkap dan menjebloskan ke penjara DPO atas nama Soni Sumarso. Terpidana kasus korupsi Tunjangan Kesejahteraan anggota DPRD Kota Madiun.ini tertangkap 15 Agustus 2018.

Keberhasilan menangkap DPO juga ditunjukkan Kejari Sidoarjo, yang sudah menangkap Sholehuddin, terpidana kasus pengerusakan patok tanah milik Universitas Surabaya, tertangkap 3 Maret 2018.

Selanjutnya masih ada penangkapan DPO yang dilakukan Kejari Sampang, DPO bernama Abdul Qowi. Terpidana kasus korupsi pesangon anggota DPRD Kabupaten Sampang ini ditangkap 9 Maret 2018. Penangkapan DPO selanjutnya dilakukan Kejari Sumenep, yang sudah menangkap Salim Achmad. DPO kasus KUT ini  tertangkap 14 Pebruari 2018.

Kejaksaan Tinggi berhasil menyelamatkan uang negara dengan jumlah Rp228.500.000.000. Kejari Rp 3.220.035.279. Uang Rampasan hasil lelang Rp 1.467.860.000. Uang Rampasan Rp 35.404.721.666. Dan US$ 35.969,05.

Untuk Pidana Umum Sisa perkara madih tersisa 34.474 SPDP.perkara yabg di terima mulai Januari 2018 S/d Desember 2018 dengan jumlah 15.381 perkara, yang di limpahkan ke Pengadilan Negeri 14.927 perkara, perkara yang belum di limpahkan 1.578 perkara.

Untuk bidang Tata usaha negara Perdata 861 SKK ( 8 Litigasi, 853 Non Litigasi ).Tun 1 SKK, Total penerimaan SKK 3.851 SKK, penandatanganan perjanjian jerja sama bidang Datun ( MOU ) Kejati Jatim 21 kegiatan MOU, Kejari se Jatim 772 kegiatan MOU  total semuanya 793 kegiatan MOU.

Pemulihan keuangan Negara untuk periode  bulan Januari 2018  S/D Desember 2018.pada wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebesar Rp 56.635.003.553,96: (  Lima Puluh Enam Miliar Enam Ratus Tigah Puluh Lima Juta Tiga Ribuh Limah Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah koma Sembilan Puluh Enam Sen ).

Hasil Penyelamatan Pembayaran  uang pengganti berdasarkan UU No 3 tahun 1971 mulai Januari 2018 s/d Desember 2018 Rp 25.650.000. Yang berhasil di tagih oleh jaksa pengacara negara kejaksaan Negeri Gresik, Bangkalan dan Magetan.

Menurut didik farkhan dibidang pidsus ada 2 yang di eksekusi matib perkara pembunuhan,untu Winu Warnadana akan dilkukan Eksekusi penangkapan karena petikan putusan dari MA sudah dikirim di kejaksaan,tutur didik farkhan * rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you