Hukum 30 Rumah Warga Tenggumung Di Eksekusi Pihak Pengadilan, Walaupun...

30 Rumah Warga Tenggumung Di Eksekusi Pihak Pengadilan, Walaupun Gugatanya Masih Upaya Banding

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Ketegangan terjadi di daerah Wilayah Jalan Kedung Mangu Masjid RT 04 kelurahan sidotopo kecamatan Kenjeran,saat di eksekusi sejumlah rumah warga. Sejumlah polisi, satpol PP  bersiaga  di sepanjang jalan Tenggumung, bahkan ada warga yang menangis , dan marah dan bersih tegang dengan petugas kepolisian  Bahkan tak kuasa warga menyaksikan rumah mereka di ratakan dengan alat Excavator sebagaian  ada yang tinggal dengan sanak Family dan sebagaian dimana mereka tinggal untuk sementara.

Menurut  Davy Hindranata SH Selaku Kuasa permohon eksekusi Lukman Hakim menyampaikan, ” Surabaya,Warnakota.com Ketegangan terjadi di daerah Wilayah Jalan Kedung Mangu Masjid RT 04 kelurahan sidotopo kecamatan Kenjeran,saat di eksekusi sejumlah rumah warga. Sejumlah polisi, satpol PP bersiaga di sepanjang jalan Tenggumung, bahkan ada warga yang menangis , dan marah dan bersih tegang dengan petugas kepolisian Bahkan tak kuasa warga menyaksikan rumah mereka di ratakan dengan alat Excavator sebagaian ada yang tinggal dengan sanak Family dan sebagaian dimana mereka tinggal untuk sementara.

Menurut Davy Hindranata SH Selaku Kuasa Pemohon Eksekusi, sdr. H. Lukman Hakim menyampaikan, ” Eksekusi ini berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya No. 02/EKS/2018/PN. Sby jo. 519/Pdt.G/2017/PN. Sby. Para penghuni objek telah mengajukan gugatan perlawanan pihak ketiga dalam perkara nomer 984/ Pdt.Bth /2018 / PN.Surabaya dimana oleh Pengadilan Negeri Surabaya diputus pada bulan Agustus tahun 2019, dengan amar putusan menolak seluruh gugatan Para Pelawan.

Maka akhirnya Pengadilan Negeri Surabaya melakukan Upaya Paksa Eksekusi.

Dalam Eksekusi ini kita hanya menyediakan tempat untuk Barang barang milik warga yang di eksekusi, Sebenarnya proses mediasi ini cukup lama bahkan ada pemberian Kompensasi untuk Kos atau kontrak yang nilainya per KK Rp 10 Juta, tapi sampai detik ini tidak ada jawaban dan mereka menolak akhirnya tidak mendapatkan apa apa, karena kompensasi adalah upaya terakhir dari Pemohon Eksekusi namun juga ditolak oleh Termohon Eksekusi dan para penghuni objek tersebut.

Dasar dari rumah yang di tempati warga merupakan hak milik.lalu di jual oleh ahli waris.dan di beli oleh klien kali selaku Pemohon Eksekusi .” ujar Davy Hindranata, SH pada wartawan.

Beda dengan Kuasa hukum Para Penghuni objek Yaitu Sunarno Edy Wibowo SH ,yang menyampaikan pada wartawan dengan nada geram, Bowo. Selaku kuasa hukum para penghuni objek tetap mempertahankan apa yang menjadi persoalan hukum , saya hanya menyampaikan tiga warga yang ada dalam suatu gugatan namun eksesnya kena semua. Hal ini menjadi suatu problem persoalan matinya hukum jadi preseden terburuk dan semua masih banding baik di PTUN dan PN dan semua masih ada upaya hukum tetapi kenyataan demikian dan perlu di kaji dan ini ada dari bagian kewenangan kekuasaan , dan saya tidak takut karena ini kuasa saya karena saya ikut mediasi saya di Polres persoalan yang di bacakan cuma 3 orang bukan 30 orang jangan sampai orang ngak punya di incak incak . Eksekusi ini sudah melanggar dan ini ada jual beli masalah dimana dia tinggal itu urusan negara ,orang yang miskin dan anak anak telantar adalah tanggung jawab negara sesuai dengan Undang undang pasal 34.” Ujar bowo.


Beda dengan Vidia salah satu warga yang tak ikhlas rumahnya harus di ratakan menurutnya saya menempati tahun 1940 bahkan terkait Eksekusi ini Tidak ada untuk mediasi. Surat pemberitahuan gak ada , minggu surat datang untuk di undang dipolres .senin langsung Eksekusi .sedangkan uang penganti 1 juta yang ditawarkan Pemohon Eksekusi ditolak karrena dirasakan tidak pantas, rasanya aneh yang dan ada ganjalan disini adalah ibu dewi pemiliknya , bukan Najib tapi saya lihat di sertifikat yang di masukan 3 orang sedangkan ibu dewi saya tanya tidak menjual.” Tuturnya sambil menangis.

Berbeda denga, Saiful Anwar dengan nada Emosi kepada wartawan mengatakan ,” Kalau masalah perkara ini kita masih ada upaya banding”, Perkara ini masih banding hal ini membuat hukum tajam ke bawah bukan ke atas . Yang di gugat orang 3 bukan warga yang di eksekusi semua. Gugatan kita ditolak dan banding.kita mencari keadilan minta seadil adilnya. Kita menempati mulai tahun 1940 status tanah SHM baru di sertifikat 2010 . Warga menempati disini mulai tahun 1940 penempatan warga di disini rata rata bodoh dan dipintari .kalau orang pintar pasti mintari. Kalau orang yang cerdas beda lagi.dalam hal perkara ini Pengugat dan Tergugat tak pernah kompromi. Sedangkan Pengugat Lukman Hakim, Tergugat adalah 3 orang ahli waris.

Beda dengan Kuasa hukum Tergugat Yaitu   Sunarno Edy Wibowo SH ,yang menyampaikan pada wartawan dengan nada geram , “Bowo. Selaku kuasa  warga. Tetap mempertahankan apa yang menjadi persoalan hukum , saya hanya menyampaikan.tiga  warga yang ada dalam suatu gugatan namun eksesnya kena semua.

Hal  ini menjadi suatu problem persoalan matinya hukum jadi oresen terburuk dan semua masih bandiing baik di PTUN dan PN dan semua masih ada upaya  hukum tetapi kenyataan demikian dan perlu di kaji dan ini ada dari bagian kewenangan kekuasaan , dan saya tidak takut karena ini kuasa saya  karena saya  ikut mediasi saya di Polres persoalan yang di bacakan cuma 3 orang bukan 30 orang jangan sampai  orang ngak punya di incak incak .

Eksekusi ini sudah melanggar dan ini ada jual beli masalah  dimana dia tinggal  itu urusan negara ,orang yang miskin dan anak anak telantar adalah tanggung jawab negara sesuai dengan Undang undang pasal 34.” Ujar bowo.

Beda dengan Vidia salah satu warga  yang tak ikhlas rumahnya  harus di ratakan menurutnya saya menempati tahun 1940  bahkan terkait Eksekusi ini Tidak ada untuk mediasi. Surat pemberitahuan gak ada , minggu surat datang untuk di undang dipolres .senin langsung Eksekusi .sedangkan uang penganti 1 juta  brlum di terima kaya kita sepetti hewan saja.  Rasanya aneh yang dan ada geganjalan disini adalah ibu dewi pemiliknya , bukan Najib tapi saya lihat di sertifikat yang di masukan 3 orang sedangkan ibu dewi saya tanya tidak menjual.” Tuturnya sambil menangis.

Berbeda denga, Saiful Anwar dengan nada Emosi kepada wartawan mengatakan ,” Kalau masalah perkara ini kita masih ada upaya banding”, Perkara ini masih banding hal ini membuat hukum tajam ke bawah bukan ke atas . Yang di gugat orang 3 bukan warga yang di eksekusi semua. Gugatan kita ditolak dan banding.kita mencari keadilan minta seadil adilnya. Kita menempati mulai tahun 1940 status tanah SHM baru di sertifikat 2010 . Warga menempati disini mulai tahun 1940 penempatan warga di disini rata rata bodoh dan dipintari .kalau orang pintar pasti mintari. Kalau orang yang cerdas beda lagi.dalam hal perkara ini Pengugat dan Tergugat tak pernah kompromi. Sedangkan Pengugat Lukman Hakim, Tergugat adalah 3 orang ahli waris yaitu Hidayatullah, Najib, Mujib ketiga orang tersebut bukan ahli waris penjual .” Ungkap Saiful Anwar.*znl

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you